Jelajah PB 39 (Matius 14:1-12)

Di Matius pasal 11, Yesus mengatakan bahwa Yohanes Pembaptis, jika bangsa Yahudi menerimanya, ia adalah Elia yang sudah dinubuatkan akan datang itu. Ciri-ciri bahwa dia adalah Elia, kelihatan dari pakaiannya yang sudah dinubuatkan (2 Raja-Raja 1:8) bahwa Elia berpakaian bulu dan berikat pinggang kulit. Demikian juga yang pakaian yang dikenakan oleh Yohanes Pembaptis. Makanannya adalah madu hutan dan belalang. Tidak digambarkan apakah wajah Elia sama dengan wajah Yohanes Pembaptis. Karena bangsa Yahudi menolaknya, maka dia lebih dikenal sebagai Yohanes Pembaptis, seseorang yang diberi tugas untuk mengakhiri era Perjanjian Lama dan memulai era Perjanjian Baru. Dialah yang mengakhiri era ibadah simbolik untuk memasuki zaman ibadah hakikat (Matius 11:13-14). Di dalam Lukas 16:16 dikatakan bahwa “Hukum Taurat dan kitab para nabi berlaku sampai kepada zaman Yohanes; dan sejak waktu itu Kerajaan Allah diberitakan dan setiap orang mengagahinya berebut memasukinya.”

Yohanes Pembaptis sangat berani dalam melayani Tuhan dan memberitakan Kerajaan Allah. Dia tidak pernah takut untuk memberitakan kebenaran dan menegor dosa orang. Bahkan dia menegor Herodes, seorang Raja yang mempunyai kekuasaan dan wewenang memberikan hukuman mati. Yohanes pernah berkata bahwa tidak halal Herodes mengambil Herodias sebagai istrinya (ayat 3-4). Sepertinya Herodias yang lebih tersinggung dengan teguran Yohanes Pembaptis, daripada Herodes sendiri. Teguran Yohanes Pembaptis membuat dendam di hati Herodias. Yohanes Pembaptis, secara terang-terangan, di depan umum, mengkritik perbuatan Herodes dan Herodias. Ternyata berbahaya kalau kaum perempuan sudah tersinggung! Sepertinya tenang-tenang, tetapi air yang tenang biasanya sangat berpotensi untuk menghanyutkan banyak benda yang ada di sana. Mungkin, orang-orang kebanyakan tidak menyangka bahwa sesungguhnya yang marah besar justru Herodias.

Sampai suatu ketika, saat Yohanes Pembaptis sudah berada di penjara, ada acara ulang tahun Herodes. Saat itu anak perempuan Herodias sedang menari dan Herodes disenangkan hatinya. Herodes bersumpah akan memberikan apa saja yang diminta oleh anak perempuan Herodias tersebut. Inilah yang terjadi jika seseorang yang mempunyai wewenang atau kuasa, sembarangan bersumpah dan berbicara. Termasuk kita, ini menjadi pelajaran yang baik, supaya kita berhati-hati dalam setiap perkataan kita. Apa yang diminta oleh anak perempuan Herodias ternyata di luar dugaan Herodes. Ibunya memanfaatkan kesempatan tersebut. Kita juga bisa mendapatkan pelajaran dari sini bahwa dendam sangat mempengaruhi pikiran, tingkah laku dan hidup seseorang. Di saat bersenang-senang dan berpesta pun masih memikirkan untuk membalas dendam. Betapa menyedihkannya kehidupan yang seperti itu. Dendam itu bisa merusak total seluruh kehidupan seseorang.

Karena itulah, Yesus Kristus mengajar kita supaya kita tidak dendam. Firman Tuhan juga mengingatkan kita supaya tidak marah sampai matahari terbenam. Dendam bisa membawa dampak yang sangat fatal dalam hidup seseorang. Sepertinya Herodias bukan perempuan baik-baik. Dia pun memanfaatkan posisinya, meninggalkan suaminya dan menikah dengan Herodes. Karena itu, ketika ditegor oleh Yohanes, Herodiaslah yang paling tersinggung. Berarti, di dalam hati Herodias, ada sesuatu yang tidak baik yang diinginkan oleh dia terhadap posisi Herodes sebagai raja.

Herodias meminta kepala Yohanes Pembaptis di atas talam. Sangat mengerikan jika hal ini kita bayangkan. Ini perbuatan yang sangat kejam, meminta kepala orang yang baru disembelih di atas talam. Beberapa penafsir menjelaskan bahwa puteri Herodias masih kecil, berumur sekitar 10 tahun. Kita tidak bisa membayangkan kalau seorang anak kecil membawa kepala orang di atas talam, dan diserahkan kepada ibunya. Apa yang dilakukan oleh Herodes ini dihitung oleh Tuhan sebagai penolakan bangsa Yahudi terhadap Yohanes Pembaptis atau Elia.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *