Jelajah PL

Najis dan Tidak Najis (Jelajah PL 409)

Imamat 11:7-12:5 Mengenai binatang air, semua yang tidak bersirip atau bersisik tidak boleh dimakan. Mengenai burung, tidak ada kategori yang khusus. Tuhan langsung menyebut nama-nama burung yang tidak diperbolehkan untuk dimakan. Selain yang disebutkan itu, tentu diperbolehkan untuk dimakan. Banyak nama burung yang disebutkan dan tidak diperbolehkan untuk dimakan itu merupakan jenis burung pemakan bangkai. […]

Najis dan Tidak Najis (Jelajah PL 409) Read More »

Manfaat Fisik dan Rohani (Jelajah PL 408)

Imamat 11:3-6 Tidak ada lagi pembedaan makanan halal dan haram di Perjanjian Baru dan zaman gereja ini. Di dalam 1 Korintus 6:12-13 dikatakan, “Segala sesuatu halal bagiku, tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apa pun. Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya

Manfaat Fisik dan Rohani (Jelajah PL 408) Read More »

Antara Simbol dan Hakikat (Jelajah PL 407)

Imamat 11:1-2 Di zaman Musa, bangsa Israel masih seperti anak-anak yang perlu alat peraga. Seiring perkembangan zaman, sebenarnya mereka sedang dituntun menuju pada Sang Mesias atau Kristus. Karena itu, Musa diperintahkan untuk mengajar umat Israel dengan alat peraga, tidak langsung diajar dengan konsep yang lebih dalam. Tuhan tidak meneruskan konsep halal dan haram ini untuk

Antara Simbol dan Hakikat (Jelajah PL 407) Read More »

Boleh dan Tidak Boleh (Jelajah PL 406)

Imamat 11:1-2 Tuhan sangat peduli pada bangsa Israel, sampai jenis makanan pun diatur. Perintah ini nanti juga akan diulang di dalam kitab Ulangan 14. Di Imamat, Tuhan menekankan segala sesuatu yang tidak boleh dimakan. Semua ini juga akan berhubungan dengan tema tentang kekudusan Tuhan. Kekudusan Tuhan menyebabkan manusia tidak bisa mendekat kepada Tuhan dengan sembarangan.

Boleh dan Tidak Boleh (Jelajah PL 406) Read More »

Tidak Kompromi Pada Kesalahan (Jelajah PL 405)

Imamat 10:1-20 Sebelumnya dibahas mengenai dua kemungkinan kesalahan dari Nadab dan Abihu. Kesalahan lain yang mungkin dilakukan oleh mereka, yaitu mereka melaksanakan persembahan tidak sesuai dengan waktu Tuhan. Kemungkinan lain mereka sembarangan waktu masuk ke dalam tempat kudus di belakang tabir (bdg. Imamat 16:1-2). Semua kemungkinan itu menjelaskan bahwa mereka mau melayani Tuhan dengan cara

Tidak Kompromi Pada Kesalahan (Jelajah PL 405) Read More »

Scroll to Top