Surat Paulus

Penderitaan Sementara (Jelajah PB 671)

2 Korintus 4:11-18 Jika kita mengalami penderitaan sedikit, janganlah kita mudah untuk mengeluh. Penderitaan yang dialami oleh orang-orang Kristen saat ini tidak sebanding dengan apa yang pernah dialami oleh para rasul. Bahkan ada banyak orang Kristen yang menderita bukan karena pemberitaan Injil yang dilakukan, tetapi karena dosa atau pelanggarannya sendiri. Atau mereka menderita karena masalah […]

Penderitaan Sementara (Jelajah PB 671) Read More »

Tidak Lemah Iman (Jelajah PB 670)

2 Korintus 4:5-10 Paulus tidak memberitakan dirinya sendiri, tetapi sedang memberitakan Yesus Kristus sebagai Tuhan. Sedangkan Paulus dan para rasul adalah hamba karena kehendak Yesus Kristus. Dalam hidup seorang pelayan Tuhan, ini adalah prioritas utama, yaitu memberitakan Yesus Kristus. Paulus berusaha supaya setiap orang bisa diselamatkan. Dari kegelapan akan terbit terang. Yesus Kristus adalah terang

Tidak Lemah Iman (Jelajah PB 670) Read More »

Hidup Dalam Terang (Jelajah PB 669)

2 Korintus 4:2-4 Sebagai seorang pelayan Tuhan, sebagai seorang yang memberitakan kebenaran, kita tidak boleh melakukan hal-hal yang memalukan yang perlu disembunyikan. Kita adalah anak-anak terang, bukan manusia gelap. Orang yang ada di dalam Tuhan perlu terang-terangan dalam segala hal. Jika mau jujur, sebagian orang Kristen sebenarnya tidak rela untuk meninggalkan kehidupan atau kebiasaannya yang

Hidup Dalam Terang (Jelajah PB 669) Read More »

Tidak Tawar Hati (Jelajah PB 668)

2 Korintus 4:1 Oleh karena kemurahan Tuhan, maka Paulus menerima pelayanan yang cukup sulit itu. Pelayanan yang dilakukan oleh Paulus sangat menyita perhatian dan penuh dengan pengorbanan. Sama seperti Tuhan Yesus yang sudah menderita dan taat sampai mati, untuk menyelamatkan manusia yang berdosa. Tidak ada jalan lain untuk dapat menyelamatkan umat manusia selain mengorbankan diri

Tidak Tawar Hati (Jelajah PB 668) Read More »

Tidak Terselubung (Jelajah PB 667)

2 Korintus 3:12-18 Karena Paulus mempunyai pengharapan tentang pelayanan perjanjian baru tersebut, maka ia bertindak dengan penuh keberanian. Paulus memiliki keyakinan bahwa pelayanan Roh lebih utama daripada pelayanan daging. Pelayanan yang bersifat rohani lebih mulia daripada pelayanan yang ditulis di atas loh batu. Paulus membandingkan dirinya dengan Musa. Pada waktu itu Musa sampai menyelubungi mukanya,

Tidak Terselubung (Jelajah PB 667) Read More »

Scroll to Top