10 Efesus

Karakter Di Dalam Jemaat (Jelajah PB 758)

Efesus 4:26-32 Dalam kehidupan sehari-hari, orang Kristen bisa marah. Marah itu tidak berdosa, tetapi bisa menjadi dosa. Karena itu, jika orang Kristen marah, jangan sampai berbuat dosa. Marah tidak boleh berlarut-larut. Jika marah berlangsung lama, bahkan sampai matahari terbenam, itu bukan marah lagi tetapi dendam. Marah itu terjadi seketika dan tidak berlangsung lama. Jika sudah […]

Karakter Di Dalam Jemaat (Jelajah PB 758) Read More »

Karakter Orang Kristen (Jelajah PB 757)

Efesus 4:16-25 Jemaat yang bertumbuh, bisa menjelaskan segala sesuatu dengan masuk akal berdasarkan Alkitab. Inilah pentingnya pengajaran di dalam jemaat lokal, supaya kuat terhadap berbagai macam pengajaran sesat. Jemaat menjadi sehat ketika anggotanya bertumbuh dalam firman. Anggota jemaat hidup dalam bagian dan pekerjaannya. Setiap anggota diberikan kemampuan dan kelebihan oleh Tuhan, untuk bersama-sama membangun jemaat

Karakter Orang Kristen (Jelajah PB 757) Read More »

Pentingnya Jemaat Lokal (Jelajah PB 756)

Efesus 4:11-15 Nabi dan rasul sudah tidak ada, karena proses pewahyuan Alkitab sudah selesai. Yang saat ini masih ada di dalam jemaat yaitu: pemberita Injil, gembala dan pengajar. Pemberita Injil bertugas untuk menyampaikan berita Injil ke luar jemaat. Pengajar bertugas untuk memberitakan Injil di dalam jemaat. Sedangkan gembala bertugas untuk menggembalakan jemaat secara organisatoris di

Pentingnya Jemaat Lokal (Jelajah PB 756) Read More »

Kesaksian Jemaat (Jelajah PB 755)

Efesus 4:1-13 Rasul Paulus memberitahu bahwa dia menulis surat ini pada saat sedang dipenjara. Kita dipanggil di dunia ini untuk berkumpul dan berjemaat. Jemaat adalah orang yang dipanggil keluar dari kegelapan dan dikumpulkan untuk melaksanakan suatu tugas. Kita seharusnya hidup berpadanan dengan panggilan kita, yaitu kita dipanggil untuk menjadi saksi bagi dunia ini. Sebagai saksi,

Kesaksian Jemaat (Jelajah PB 755) Read More »

Berdoa Sesuai Sifat Tuhan (Jelajah PB 754)

Efesus 3:14-21 Kebenaran tidak dibela dengan kekerasan, tetapi dengan argumentasi yang masuk akal. Rasul Paulus berdoa, supaya Tuhan menguatkan dan meneguhkan jemaat di Efesus. Paulus tidak membela kebenaran dengan kekerasan. Dia sudah berubah, tidak lagi menggunakan kekerasan. Kekuatan Paulus adalah doa dan penyerahan dirinya kepada Tuhan. Paulus juga mendoakan orang-orang Efesus, supaya diberi kekuatan sama

Berdoa Sesuai Sifat Tuhan (Jelajah PB 754) Read More »

Scroll to Top