Jelajah PB

Pikirkan Hal Yang Baik (Jelajah PB 784)

Filipi 4:4-8 Paulus terus mengajak umat Tuhan untuk bersukacita senantiasa di dalam Tuhan. Euodia dan Sintikhe tidak akan bisa bersukacita, jika pertentangan itu masih berlangsung. Supaya kita bisa bersukacita senantiasa di dalam Tuhan, kita harus menyingkirkan hal-hal yang negatif. Kita bisa bersukacita jika tidak ada beban di dalam diri kita. Sebagai orang berdosa, kita sudah […]

Pikirkan Hal Yang Baik (Jelajah PB 784) Read More »

Belajar Tidak Egois (Jelajah PB 783)

Filipi 4:1-3 Jemaat yang baik adalah jemaat yang jika diingat, maka orang yang mengingatnya itu bersukacita. Paulus mengingat jemaat Filipi dan ia bersukacita. Bukan hanya itu, jemaat Filipi juga menjadi mahkota bagi Paulus, artinya menjadi kebanggaan baginya. Paulus terus memberikan motivasi kepada jemaat Filipi supaya tetap berdiri teguh di dalam Tuhan. Hal itu dilakukan oleh

Belajar Tidak Egois (Jelajah PB 783) Read More »

Motivasi Pelayanan (Jelajah PB 782)

Filipi 3:15-21 Kita yang tidak sempurna ini telah disempurnakan di dalam Kristus. Kita sepatutnya setia dan terus belajar firman Tuhan, supaya pengertian kita ditambah-tambahkan. Kita mempelajari semuanya itu dari Alkitab, bukan dari mimpi atau penglihatan yang tidak jelas. Tuhan telah memakai para nabi dan rasul untuk menuliskan kebenaran firman Tuhan ini bagi kita. Karena itu

Motivasi Pelayanan (Jelajah PB 782) Read More »

Berlari Pada Panggilan Surgawi (Jelajah PB 781)

Filipi 3:8-14 Paulus menyesal dengan kehidupannya yang lama, yang cukup membanggakan sebagai orang Yahudi. Dia menyesal karena Kristus. Karena pengenalan akan Yesus Kristus, maka cara berpikir Paulus menjadi berubah. Segala sesuatu yang dulu dianggap untung, sekarang dianggap rugi. Ada perubahan cara berpikir yang drastis. Bagi kita, saat ini adalah mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk melayani

Berlari Pada Panggilan Surgawi (Jelajah PB 781) Read More »

Ibadah Hakikat (Jelajah PB 780)

Filipi 3:4-8 Ibadah simbolik berakhir ketika Yohanes Pembaptis datang dan menunjuk kepada Yesus, bahwa Yesus adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Sejak saat itu, ibadah simbolik tidak berlaku lagi dan digantikan dengan ibadah hakikat atau ibadah dengan hati, yaitu ibadah di dalam roh dan kebenaran. Ibadah hakikat ini tidak menyembah Tuhan dengan badan,

Ibadah Hakikat (Jelajah PB 780) Read More »

Scroll to Top