Pikirkan Hal Yang Baik (Jelajah PB 784)

Filipi 4:4-8

Paulus terus mengajak umat Tuhan untuk bersukacita senantiasa di dalam Tuhan. Euodia dan Sintikhe tidak akan bisa bersukacita, jika pertentangan itu masih berlangsung. Supaya kita bisa bersukacita senantiasa di dalam Tuhan, kita harus menyingkirkan hal-hal yang negatif. Kita bisa bersukacita jika tidak ada beban di dalam diri kita. Sebagai orang berdosa, kita sudah mendapatkan jaminan keselamatan. Sebagai manusia yang hidup di dunia, kita tidak ada pertentangan kepribadian dengan orang lain. Inilah indahnya di dalam Tuhan.

Hendaklah kebaikan hati kita diketahui oleh semua orang. Kita seharusnya menjadi kesaksian yang baik. Ketika bergabung di dalam jemaat, jemaat tersebut seharusnya juga memiliki kesaksian yang baik. Jika kita ingin memuliakan Tuhan, seharusnya kita memuliakan jemaat, karena jemaat adalah tubuh Yesus Kristus. Kita tidak tahu kapan Tuhan Yesus datang kembali. Tetapi kita perlu tahu bahwa semakin hari kedatangan Yesus semakin dekat. Kita perlu mempersiapkan diri setiap saat. Kemungkinan pertama, kita yang datang kepada-Nya dan kita mengalami kematian. Kemungkinan kedua, Dia yang datang kepada kita dan dunia berakhir. Sejak zaman Paulus, dia sudah merasa bahwa Tuhan sudah dekat. Apalagi hari ini, Tuhan makin dekat.

Kita tidak perlu kuatir akan apapun juga, karena memang kekuatiran tidak akan menyelesaikan persoalan. Yang perlu kita lakukan, kita bisa menyatakan segala hal atau keinginan kita kepada Tuhan dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Anak-anak Tuhan diperbolehkan untuk meminta kepada Bapa. Tetapi apa yang kita minta akan mencerminkan isi hati kita. Jika kita datang kepada Tuhan dengan tujuan materi, maka isi doa kita adalah permintaan soal materi. Sebaiknya kita datang dengan ucapan syukur, bukan dengan permintaan semata. Sebenarnya Tuhan tahu apa yang kita perlukan. Karena itu, sebenarnya kita cukup datang kepada-Nya dengan ucapan syukur. Tuhan senang dengan ucapan syukur kita. Tuhan tidak senang dengan orang yang bersungut-sungut. Orang Israel bersungut-sungut dalam perjalanan dari Mesir ke Kanaan, mereka habis di padang gurun.

Lebih baik kita mengucap syukur dalam segala hal dan berusaha terus untuk memuliakan nama-Nya. Damai sejahtera Tuhan yang melampaui segala akal akan memelihara hati dan pikiran kita dalam Kristus Yesus. Kita tidak bisa mengetahui segala sesuatu tanpa tuntunan dari Alkitab. Akal budi kita tidak bisa menjangkau pengetahuan tentang Tuhan dan Surga. Kita bisa menjangkau semuanya itu hanya sebatas perkataan Alkitab. Kita bahkan tidak bisa mengenal Tuhan di luar Alkitab. Karena Alkitab adalah firman Tuhan, jadi ia memberitahukan segala sesuatu yang memang perlu kita tahu.

Masih menyangkut persoalan Euodia dan Sintikhe, Paulus memberi nasihat supaya kita memikirkan hal-hal ini: semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan yang patut dipuji. Paulus ingin jemaat di Filipi memahami bahwa tingkah laku dari kehidupan kita sehari-hari dipengaruhi oleh pikiran kita. Apa yang kita pikirkan akan memengaruhi perasaan kita. Perasaan kita akan memengaruhi seluruh suasana hati kita dan pada akhirnya memengaruhi tingkah laku kita serta tindakan kita. Apa yang kita pikir itu tergantung dari indera kita, apa yang kita lihat dan kita dengar. Karena itu, kita perlu berhati-hati saat melihat dan mendengar. Demikian juga kita perlu hati-hati dalam memperlihatkan dan memperdengarkan sesuatu kepada orang lain, terutama kepada anak-anak kita.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *