Berlari Pada Panggilan Surgawi (Jelajah PB 781)

Filipi 3:8-14

Paulus menyesal dengan kehidupannya yang lama, yang cukup membanggakan sebagai orang Yahudi. Dia menyesal karena Kristus. Karena pengenalan akan Yesus Kristus, maka cara berpikir Paulus menjadi berubah. Segala sesuatu yang dulu dianggap untung, sekarang dianggap rugi. Ada perubahan cara berpikir yang drastis. Bagi kita, saat ini adalah mempergunakan waktu dengan sebaik-baiknya untuk melayani Tuhan. Jika kita masih mendapatkan kesempatan untuk itu, berarti kita masih mendapatkan kasih karunia dari Tuhan.

Bagi Paulus, mengenal Kristus jauh melebihi dari segala-galanya. Segala sesuatu dilepaskan oleh Paulus demi memperoleh Kristus. Seharusnya kita pun demikian, rela melepaskan segala sesuatu demi Kristus. Banyak hal yang perlu kita lepaskan demi Kristus, seperti karakter yang tidak baik, kebiasaan-kebiasaan lama yang negatif, atau pekerjaan kita yang tidak memuliakan Tuhan.

Paulus sadar bahwa ia dibenarkan bukan karena melakukan hukum Taurat, tetapi karena percaya kepada Yesus Kristus. Ia dibenarkan karena iman. Setelah dibenarkan dan diselamatkan, yang dikehendaki ialah mengenal Yesus Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya serta persekutuan di dalam penderitaan-Nya. Untuk mengenal Yesus Kristus, maka kita perlu mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh. Jika Paulus menderita karena nama Yesus, dia berbahagia dan bermegah atas semuanya itu. Bahkan Paulus rela untuk menjadi serupa dengan Yesus Kristus dalam kematian-Nya. Karena bersekutu atau menyatukan diri dengan kematian-Nya, maka akan memperoleh kebangkitan dari antara orang mati.

Ketika kita masih di dunia ini, keselamatan kita masih dalam dalam pengharapan (Roma 8:24). Dengan iman kita pasti masuk Surga. Ketika masih di dunia, badan kita belum diubah. Kita masih mengenakan menggunakan badan. Mengejar atau hidup dengan tekun adalah tanggungjawab kita, meskipun sebenarnya kita telah ditangkap oleh Yesus Kristus. Hal ini seperti dua sisi mata uang. Di sisi kita, kita memiliki tanggungjawab untuk bertekun dan melakukan segala sesuatu sesuai dengan kehendak Tuhan. Di sisi Tuhan, Kristus telah menangkap kita dengan Injil. Karena Injil, maka kita bisa memilih dan memutuskan untuk percaya kepada-Nya.

Paulus memberi contoh kepada kita untuk melupakan semua yang telah terjadi, semua yang ada di belakang kita. Semua hal yang negatif yang pernah kita lakukan, kita perlu melupakan semuanya itu. Hal tersebut tidak perlu diingat dan dilakukan lagi. Yang paling penting saat ini, kita perlu mengarahkan diri ke depan. Kita mengejar kekudusan dan kasih karunia Tuhan yang menyediakan hadiah bagi kita. Yesaya 40:30-31 mengatakan, ÔÇťOrang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan Tuhan mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Kita seharusnya semangat untuk menanti-nantikan Tuhan sekaligus waspada dan berhati-hati terhadap berbagai pengajaran yang muncul di hadapan kita. Jangan sampai pengajaran-pengajaran itu justru membuat kita lesu dan pada akhirnya tidak bisa mempertahankan ketekunan kita, kemudian berubah pikiran menjadi orang-orang yang tidak lagi berkenan di hadapan Tuhan.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *