Jelajah PB

Jelajah PB 245 (Lukas 14:7-11)

Masih di hari Sabat, kita bisa melihat bagaimana munafiknya orang-orang Farisi. Mereka melarang orang lain kerja, tetapi mereka masih bisa makan-makan. Menyembuhkan orang sakit atau menolong orang lain tidak diperbolehkan, tetapi mereka malah makan-makan untuk kesenangan diri sendiri. Pada saat itulah Tuhan Yesus mengamati bahwa banyak tamu yang berusaha untuk menduduki tempat-tempat kehormatan, saling berebutan […]

Jelajah PB 245 (Lukas 14:7-11) Read More »

Jelajah PB 244 (Lukas 14:1-6)

Sekali lagi Yesus mengingatkan kembali tentang hari Sabat kepada orang Yahudi. Hal ini memperlihatkan bahwa orang-orang Yahudi tidak bisa serta merta menerima pengajaran dari Yesus, yang ingin mengalihkan ibadah simbolik kepada ibadah hakikat. Bukan orang Yahudi saja, tetapi juga orang-orang di masa sekarang pun sepertinya sulit untuk mengerti tentang hal ini, untuk membedakan antara ibadah

Jelajah PB 244 (Lukas 14:1-6) Read More »

Jelajah PB 243 (Lukas 13:22-35)

Ketika Tuhan Yesus melanjutkan perjalanan-Nya keliling kota dan desa sambil mengajar, menuju ke kota Yerusalem, ada seseorang yang bertanya mengenai jalan keselamatan. Orang itu bertanya tentang berapa banyak orang yang akan diselamatkan. Tuhan Yesus menjawab bahwa memang hanya sedikit orang yang akan diselamatkan. Yesus memberitahu supaya masuk melalui pintu yang sempit. Pintu yang besar bisa

Jelajah PB 243 (Lukas 13:22-35) Read More »

Jelajah PB 242 (Lukas 13:18-21)

Kemudian Tuhan Yesus menceritakan tentang perumpamaan mengenai biji sesawi. Tuhan Yesus sedang berbicara mengenai rahasia Kerajaan Allah. Tuhan Yesus sedang membicarakan tentang gereja atau jemaat yang akan dibangun-Nya. Gereja itu bisa berkembang menjadi sangat besar dan bisa berpotensi untuk menyesatkan banyak orang. Ini memberi perumpamaan tentang keadaan kekristenan atau gereja yang bertumbuh dengan tidak wajar.

Jelajah PB 242 (Lukas 13:18-21) Read More »

Jelajah PB 241 (Lukas 13:6-17)

Yesus mengatakan perumpamaan tentang pohon ara di kebun anggur, dicari buahnya pada pohon itu tetapi tidak menemukannya. Orang yang sudah bertobat seharusnya menghasilkan buah pertobatan. Memang tidak serta merta bahwa orang yang bertobat pada saat ini langsung menghasilkan buah pertobatan. Buah itu akan muncul dalam kehidupan, secara bertahap, pada saat sedang menjalani kehidupan sehari-hari. Demikian

Jelajah PB 241 (Lukas 13:6-17) Read More »

Scroll to Top