Jelajah PB

Jelajah PB 260 (Lukas 17:7-10)

Selanjutnya Tuhan Yesus mengajarkan tentang ketaatan. Dikatakan tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang hamba kepada tuannya. Seorang hamba tidak menuntut terima kasih dari tuannya. Ketika seorang hamba melihat tuannya puas, seharusnya dia bisa merasa senang juga. Jika kita mengaku sebagai hamba Tuhan, kita juga seharusnya tidak menuntut supaya Tuhan memberikan ucapan terima kasih kepada […]

Jelajah PB 260 (Lukas 17:7-10) Read More »

Jelajah PB 259 (Lukas 17:3-6)

Atas kesesatan dan penyesatan yang pasti akan terjadi, maka kita harus berjaga-jaga. Jangan sampai terlena dengan penyesatan. Segala sesuatu harus diuji dengan sungguh-sungguh, supaya pada akhirnya kita benar-benar sesuai dengan jalur yang diberikan oleh Tuhan melalui Alkitab. Kita bukan hanya menjaga diri dari penyesatan, tetapi juga dari perbuatan dosa atau pelanggaran hukum Tuhan. Sebagai orang

Jelajah PB 259 (Lukas 17:3-6) Read More »

Jelajah PB 258 (Lukas 17:1-2)

Yesus mengajar mengenai ajaran sesat dan iman. Ada tanda yang nyata sekali untuk menilai kesesatan. Di antara semua pengajaran yang ada di muka bumi ini, pengajaran Tuhan Yesus adalah yang paling masuk akal dan logis. Pengajaran yang ditulis di dalam Alkitab adalah pengajaran yang paling masuk akal. Tuhan telah memberikan akal budi kepada semua manusia

Jelajah PB 258 (Lukas 17:1-2) Read More »

Jelajah PB 257 (Lukas 16:19-31)

Di dalam kisah selanjutnya, Tuhan Yesus masih berbicara hal yang berhubungan dengan uang. Ada seorang kaya yang berpakaian mewah yang dibandingkan dengan seorang pengemis yang bernama Lazarus. Tuhan Yesus memang mengenal seseorang yang bernama Lazarus, saudara dari Maria dan Marta. Dikisahkan di sana bahwa Lazarus pernah menjadi pengemis dengan penyakit kulit (borok) dan hidup kelaparan.

Jelajah PB 257 (Lukas 16:19-31) Read More »

Jelajah PB 256 (Lukas 16:14-18)

Kita harus memutuskan dengan sungguh-sungguh bahwa kita adalah hamba Tuhan, bukan hamba Mamon. Mamon akan lenyap dan habis, sedangkan harta yang dikumpulkan di sorga akan bersifat kekal. Pengajaran Yesus itu didengar oleh semua orang Farisi. Ketika orang-orang Farisi itu mendengar pengajaran Yesus yang sangat tajam itu, mereka langsung mencemooh Tuhan Yesus. Hal itu juga terjadi

Jelajah PB 256 (Lukas 16:14-18) Read More »

Scroll to Top