Jelajah PB

Jelajah PB 370 (Yohanes 15:18-20)

Ketika kita bertobat dan percaya kepada Yesus, maka kita menjadi satu pihak dengan Yesus. Jika dunia sangat membenci Yesus, maka kita pun akan dibenci oleh dunia ini. Jika kita dibenci oleh dunia ini, maka kita harus ingat bahwa dunia ini terlebih dahulu telah membenci Yesus. Tetapi barangsiapa mengasihi Tuhan, maka mereka pun akan mengasihi kita. […]

Jelajah PB 370 (Yohanes 15:18-20) Read More »

Jelajah PB 369 (Yohanes 15:9-17)

Tuhan Yesus memberikan perintah untuk mengasihi. Seperti Bapa telah mengasihi Yesus, demikian juga Yesus telah mengasihi kita. Karena itu Tuhan Yesus mengundang kita untuk masuk dan tinggal di dalam kasih-Nya. Orang yang berhikmat pasti senang tinggal di dalam kasih Tuhan. Tidak ada kasih yang lebih besar, selain kasih dari Tuhan. Cara supaya kita tinggal di

Jelajah PB 369 (Yohanes 15:9-17) Read More »

Jelajah PB 368 (Yohanes 15:5-8)

Firman Tuhan yang membuat kita bersih. Jika firman itu menegor kita, maka kita harus melihat diri kita kembali, supaya kita tetap ada di dalam Yesus Kristus. Jika kita tetap tinggal di dalam firman Tuhan, maka kita akan berbuah banyak. Memang kita bisa tidak tinggal di dalam Kristus, tetapi kita tidak akan bisa berbuat apa-apa. Lebih

Jelajah PB 368 (Yohanes 15:5-8) Read More »

Jelajah PB 367 (Yohanes 15:1-4)

Tuhan Yesus banyak sekali menggunakan perumpamaan untuk mengajar. Kali ini Tuhan Yesus memakai pokok anggur sebagai perumpamaan. Tuhan Yesus berkata bahwa Dia adalah pokok anggur yang benar, sedangkan Bapa adalah pengusahanya. Yesus menempatkan diri sebagai yang diutus untuk turun ke dunia ini dan melakukan segala sesuatu untuk keselamatan manusia. Barangsiapa percaya kepada-Nya, dia akan bersatu

Jelajah PB 367 (Yohanes 15:1-4) Read More »

Jelajah PB 366 (Yohanes 14:25-31)

Di ayat sebelumnya Yesus selalu mengulang-ulang perkataan bahwa barangsiapa menuruti firman Tuhan, maka dia mengasihi Tuhan. Selain untuk menunjukkan keputusan Yudas Iskariot yang salah, perkataan ini sangat penting bagi para murid dan kita. Kita tahu bahwa perkataan yang diucapkan berulang-ulang dalam pengajaran, itu adalah perkataan yang penting, yang perlu diperhatikan secara khusus. Apalagi itu dikatakan

Jelajah PB 366 (Yohanes 14:25-31) Read More »

Scroll to Top