Injil

Jelajah PB 104 (Markus 4:26-34)

Selanjutnya Tuhan Yesus mengajar dengan perumpamaan lain, yang menggambarkan tentang jemaat yang sudah berdiri. Perumpamaan yang pertama, Yesus mengatakan bahwa ada benih yang ditabur di tanah dan akhirnya benih itu tumbuh. Pertumbuhannya cukup pesat, penabur bahkan tidak menyadarinya, tumbuh tinggi dan akhirnya berbuah dan masak. Ini mengambarkan mengenai fokus pemberitaan firman Tuhan. Bukan fokus kepada […]

Jelajah PB 104 (Markus 4:26-34) Read More »

Jelajah PB 103 (Markus 4:23-25)

Tentang semuanya itu, Yesus memberi peringatan kepada semua orang yang mempunyai telinga untuk mendengar benar-benar setiap firman yang disampaikan oleh Yesus. Sebagai jemaat, kita mempunyai tanggungjawab untuk menyampaikan dan meneruskan firman Tuhan yang disampaikan oleh Yesus. Ketika kita menyampaikan firman Tuhan, akan ada orang-orang yang tidak suka, karena penyampaian firman Tuhan juga akan terkesan menghakimi.

Jelajah PB 103 (Markus 4:23-25) Read More »

Jelajah PB 102 (Markus 4:14-22)

Benih itu menggambarkan firman Tuhan, sedangkan kondisi tanah menggambarkan kondisi hati orang-orang yang mendengar firman. Ketika benih firman Tuhan itu ditabur, ada yang jatuh di pinggir jalan. Benih itu langsung dipatuk burung, seperti firman Tuhan yang didengar sebagian, tidak sampai masuk ke dalam hati, langsung diambil oleh Iblis. Benih itu belum sempat masuk ke dalam

Jelajah PB 102 (Markus 4:14-22) Read More »

Jelajah PB 101 (Markus 4:1-13)

Di dalam Injil Matius, peristiwa yang kita baca ini, Yesus menggunakan istilah Kerajaan Sorga. Sedangkan di dalam Injil Markus, menggunakan istilah Kerajaan Allah. Di dalam Alkitab, kita seringkali menemukan tiga istilah yang sering dipakai, yaitu: Kerajaan Sorga, Kerajaan Allah dan Keluarga Allah. Ketika menggunakan istilah Kerajaan Sorga, yang ditekankan adalah lokasi, yaitu Kerajaan yang ada

Jelajah PB 101 (Markus 4:1-13) Read More »

Jelajah PB 100 (Markus 3:29-35)

Yang ketiga adalah dosa menghujat Roh Kudus. Menghujat Roh Kudus terjadi karena seseorang mendengar pengajaran Tuhan Yesus, menyaksikan Mesias langsung dengan matanya sendiri, menyaksikan secara langsung Mesias melakukan mujizat, seharusnya mereka sudah yakin dan percaya kepada Mesias. Jika mereka menghujat sang Mesias sendiri, tindakan tersebut masih diampuni oleh Tuhan. Pada saat bangsa Yahudi merayakan hari

Jelajah PB 100 (Markus 3:29-35) Read More »

Scroll to Top