Injil

Jelajah PB 259 (Lukas 17:3-6)

Atas kesesatan dan penyesatan yang pasti akan terjadi, maka kita harus berjaga-jaga. Jangan sampai terlena dengan penyesatan. Segala sesuatu harus diuji dengan sungguh-sungguh, supaya pada akhirnya kita benar-benar sesuai dengan jalur yang diberikan oleh Tuhan melalui Alkitab. Kita bukan hanya menjaga diri dari penyesatan, tetapi juga dari perbuatan dosa atau pelanggaran hukum Tuhan. Sebagai orang […]

Jelajah PB 259 (Lukas 17:3-6) Read More »

Jelajah PB 258 (Lukas 17:1-2)

Yesus mengajar mengenai ajaran sesat dan iman. Ada tanda yang nyata sekali untuk menilai kesesatan. Di antara semua pengajaran yang ada di muka bumi ini, pengajaran Tuhan Yesus adalah yang paling masuk akal dan logis. Pengajaran yang ditulis di dalam Alkitab adalah pengajaran yang paling masuk akal. Tuhan telah memberikan akal budi kepada semua manusia

Jelajah PB 258 (Lukas 17:1-2) Read More »

Jelajah PB 257 (Lukas 16:19-31)

Di dalam kisah selanjutnya, Tuhan Yesus masih berbicara hal yang berhubungan dengan uang. Ada seorang kaya yang berpakaian mewah yang dibandingkan dengan seorang pengemis yang bernama Lazarus. Tuhan Yesus memang mengenal seseorang yang bernama Lazarus, saudara dari Maria dan Marta. Dikisahkan di sana bahwa Lazarus pernah menjadi pengemis dengan penyakit kulit (borok) dan hidup kelaparan.

Jelajah PB 257 (Lukas 16:19-31) Read More »

Jelajah PB 256 (Lukas 16:14-18)

Kita harus memutuskan dengan sungguh-sungguh bahwa kita adalah hamba Tuhan, bukan hamba Mamon. Mamon akan lenyap dan habis, sedangkan harta yang dikumpulkan di sorga akan bersifat kekal. Pengajaran Yesus itu didengar oleh semua orang Farisi. Ketika orang-orang Farisi itu mendengar pengajaran Yesus yang sangat tajam itu, mereka langsung mencemooh Tuhan Yesus. Hal itu juga terjadi

Jelajah PB 256 (Lukas 16:14-18) Read More »

Jelajah PB 255 (Lukas 16:10-13)

Di sini Tuhan Yesus masih melanjutkan pengajarannya mengenai Mamon. Jika kita tidak setia memanfaatkan Mamon yang tidak jujur (Mamon yang bisa menjerat) ini untuk menjalin persahabatan dengan pemilik kemah abadi, tidak setia memakainya untuk pelayanan dan pekerjaan Tuhan, maka kita tidak akan pernah mendapatkan harta yang sesungguhnya. Harta yang sesungguhnya adalah yang ada di sorga.

Jelajah PB 255 (Lukas 16:10-13) Read More »

Scroll to Top