Injil

Jelajah PB 264 (Lukas 18:1-8)

Tuhan Yesus kembali mengajar dengan menggunakan perumpamaan. Perumpamaan ini adalah untuk menegaskan bahwa kita harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. Setiap orang yang datang kepada Tuhan dan percaya kepada Tuhan, dia harus berdoa dengan tidak jemu-jemu. Yang tidak diperbolehkan adalah berdoa secara bertele-tele. Tidak jemu-jemu artinya dilakukan berulang-ulang setiap saat. Doa yang tidak jemu-jemu mengandung […]

Jelajah PB 264 (Lukas 18:1-8) Read More »

Jelajah PB 263 (Lukas 17:24-37)

Kedatangan Tuhan Yesus digambarkan seperti kilat yang memancar dari ujung langit yang satu ke ujung langit yang lain. Pada waktu pengangkatan, orang-orang percaya yang diangkat ke atas. Tidak ada orang yang bisa berkata bahwa mereka bertemu Tuhan Yesus di sana atau di sini. Kedatangan Tuhan seperti zaman Lot, banyak orang yang tidak menyadarinya, kemudian Dia

Jelajah PB 263 (Lukas 17:24-37) Read More »

Jelajah PB 262 (Lukas 17:20-23)

Orang-orang Farisi bertanya kepada Yesus, kapan kerajaan Allah akan datang. Tuhan Yesus menjawab bahwa kerajaan Allah datang tanpa tanda-tanda lahiriah. Kerajaan Allah adalah lingkup kekuasaan Allah, yaitu lingkup rohani atau perkara rohani. Kita perlu mencermati beberapa istilah yang dipakai di dalam Alkitab. Ketika Alkitab menggunakan istilah Kerajaan Sorga, yang ditunjuk itu adalah lokasi atau tempat,

Jelajah PB 262 (Lukas 17:20-23) Read More »

Jelajah PB 261 (Lukas 17:11-19)

Kisah mengenai sepuluh orang kusta ini mengajarkan untuk mengucap syukur, sikap yang seharusnya timbul dari hati orang yang mendapatkan kasih karunia dari Tuhan. Tuhan Yesus pada saat itu dalam perjalanan menuju Yerusalem, menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Yesus memasuki sebuah desa, datanglah sepuluh orang kusta menemui Yesus. Kesepuluh orang kusta itu berdiri agak jauh

Jelajah PB 261 (Lukas 17:11-19) Read More »

Jelajah PB 260 (Lukas 17:7-10)

Selanjutnya Tuhan Yesus mengajarkan tentang ketaatan. Dikatakan tentang apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang hamba kepada tuannya. Seorang hamba tidak menuntut terima kasih dari tuannya. Ketika seorang hamba melihat tuannya puas, seharusnya dia bisa merasa senang juga. Jika kita mengaku sebagai hamba Tuhan, kita juga seharusnya tidak menuntut supaya Tuhan memberikan ucapan terima kasih kepada

Jelajah PB 260 (Lukas 17:7-10) Read More »

Scroll to Top