Di Dalam Tuhan

Ketika kita menanam sebuah tanaman, tanaman itu tidak mungkin langsung bisa berbuah. Ada proses yang harus dilewati. Perlu kesabaran untuk menunggunya berbuah, karena proses itu memerlukan waktu. Setelah sekian lama dirawat, dari tanaman itu akan keluar ranting dan daun yang baru. Ranting itu akan menghasilkan buah, jika ia tetap menempel di batang pokoknya.

Hal tersebut mungkin mengingatkan kita pada perumpamaan mengenai pokok anggur yang benar (Yoh 15:1-8). Dalam perumpamaan tersebut dijelaskan bahwa setiap ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri. Ranting itu harus tinggal dan menempel pada pokok anggur. Yesus menggambarkan diri-Nya sebagai pokok anggur dan kita ranting-rantingnya. Supaya kehidupan kita berbuah, maka kita harus terus menempel pada Tuhan. Bukan hanya sekedar menempel, tetapi juga benar-benar menyatu dengan Dia. Inilah gambaran kita berada di dalam Tuhan, bersatu dengan Tuhan.

Galatia 3:3 mengingatkan kita, ÔÇťAdakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Untuk bisa menyatu dengan Tuhan, tidak bisa terjadi begitu saja. Awalnya kita bertumbuh di dalam Dia. Kita mengalami cinta mula-mula dan mempunyai persekutuan yang indah di dalam Dia. Kita pun mulai meninggalkan serta menanggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak berkenan dihadapan Tuhan. Tetapi, selama kita hidup di dunia, godaan duniawi selalu ada di sekitar kita. Jika kita tidak kuat, maka kita akan mulai meninggalkan waktu-waktu kita dengan Tuhan. Dan pada akhirnya, kedagingan kembali menguasai diri kita dan tanpa sadar kita sudah semakin jauh dari Tuhan.

Ketahuilah bahwa keinginan saja tidak cukup. Diperlukan komitmen untuk tetap di dalam Tuhan dan bersatu dengan-Nya. Komitmen itu yang akan mendorong kita untuk tetap berada di dalam Tuhan. Apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga komitmen tersebut? Mintalah kekuatan dan pertolongan dari Roh Kudus. Ikuti setiap proses kehidupan dengan tetap di dalam Dia. Jangan pernah mundur dari proses. Jangan menyia-nyiakan apa yang telah Tuhan sediakan bagi hidup kita. Dengan demikian, percayalah bahwa kita akan berbuah lebat dan mendatangkan kemuliaan bagi nama-Nya.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *