Ulangan 26:5-11
Pemberian hasil pertama ini harus disertai dengan ucapan syukur serta mengingat kembali segala sesuatu yang sudah dilakukan oleh Tuhan. Hal ini mengajarkan kepada kita untuk tidak melupakan kasih setia Tuhan. Kita harus terus mengingat Tuhan. Orang Israel juga diajar untuk terus mengingat semua yang telah Tuhan lakukan kepada mereka. Bagi mereka, yang harus selalu mereka ingat adalah penyelamatan mereka dari Mesir.
Semua itu harus diingat secara berulang-ulang dan diajarkan terus menerus, turun temurun ke segenap orang Israel. Baik bagi kita untuk melakukan hal yang sama. Memang kita bukan orang Israel. Kita juga tidak diselamatkan dari perbudakan di Mesir. Tetapi kita diselamatkan dengan keselamatan yang lebih besar dan dahsyat. Kita bahkan mendapatkan keselamatan yang kekal. Penyelamatan Israel dari Mesir hanyalah gambaran dari penyelamatan manusia terhadap dosa.
Memang penyelamatan Israel dari Mesir itu benar-benar terjadi. Semua itu tercatat dalam Kitab Suci serta sejarah. Tetapi peristiwa yang benar-benar terjadi itu menjadi gambaran bagi penyelamatan yang lebih besar dan mulia, yaitu penyelamatan kita dari dosa dan penghukuman kekal. Kita diselamatkan dari murka yang menyala-nyala. Ketika kita mengingat semuanya itu, seharusnya kita akan selalu mengucap syukur kepada Tuhan.
Orang Israel harus sadar, bahwa mereka mulai kehidupan dari awal yang rendah. Banyak orang menjadi sombong dan tidak mau merendahkan hati, ketika mereka mulai dari posisi yang tidak seharusnya. Karena itu bangsa Israel diingatkan mulai dari bapa mereka, seorang dari Aram. Bapa mereka adalah Abraham. Abraham bukan orang Israel, karena bangsa Israel adalah keturunan Abraham. Ishak dan Yakub juga bukan orang Israel. Yakub yang namanya diganti Israel, menjadi bapa bagi bangsa itu.
Secara bangsa, sebenarnya orang Israel adalah keturunan bangsa Aram. Sama halnya dengan kita, sebenarnya kita juga bukan siapa-siapa di hadapan Tuhan. Hanya karena kasih Tuhan yang besar kepada kita, maka kita diakui oleh Tuhan. Tuhan menginginkan kehidupan kita penuh dengan sukacita. Dalam kondisi apapun, sukacita itu menjadi penting, karena menjadi dasar atas setiap ucapan syukur yang kita berikan kepada Tuhan.
Di dalam 1 Tesalonika 5:16 dikatakan, “Bersukacitalah senantiasa.” Kehidupan manusia setelah jatuh ke dalam dosa, dipenuhi dengan berbagai hal yang menyedihkan. Tetapi, ketika kita sudah ada di dalam Kristus, maka Tuhan menginginkan kita untuk selalu bersukacita. Firman Tuhan akan memberi kekuatan kepada kita. Bahkan ketika kita merasa tidak memiliki alasan untuk bersukacita, maka kita bisa tetap bersukacita karena ini adalah perintah Tuhan.
Tuhan tidak menginginkan kita hidup dalam ketakutan dan kekhawatiran. Apalagi jika kita mau mengingat semua kebaikan Tuhan, maka kita pun akan memiliki rasa syukur dan akhirnya bersukacita. Tidak sulit bagi orang yang sudah diselamatkan, bisa bersukacita atas hidupnya. Dalam kesusahan, Paulus masih bisa bersukacita. Kita juga bisa sampai tahap ini, ketika kita benar-benar percaya kepada Tuhan, sepenuhnya.
Views: 14