Percaya Meskipun Tidak Melihat (Jelajah PB 1003)

1 Yohanes 1:1

Meskipun tidak dicatat mengenai penulis dari surat ini, tetapi ketika kita membaca secara keseluruhan, nanti kita bisa menyimpulkan bahwa surat ini ditulis oleh rasul Yohanes. Sepertinya Yohanes sengaja tidak mencantumkan namanya, karena pembaca pada waktu itu sudah tahu bahwa penulis surat ini adalah Yohanes. Surat ini pasti diedarkan di sekitar Asia Kecil. Yohanes disebut sebagai murid yang dikasihi. Pada saat perjamuan malam, sebelum Tuhan Yesus diserahkan, Yohanes duduk di samping Tuhan Yesus dan bersandar kepada-Nya. Yohanes menjadi murid yang paling muda, diperkirakan pada saat mengikuti perjamuan malam, ia berusia sekitar dua puluh tahun.

Menurut Irenius, Yohanes tinggal di Efesus. Demikian juga menurut kebanyakan teolog, Yohanes melayani Tuhan pada masa akhir hidupnya di Efesus. Di dalam Kisah Para Rasul, kita melihat pergeseran kaki dian (jemaat sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran), dari jemaat di Yerusalem, bergeser ke Antiokhia dan kemudian ke Efesus. Paulus juga memilih kota Efesus sebagai pusat pendidikan teologi pada waktu itu. Kota Efesus sangat strategis, karena dekat dengan pantai.

Injil Yohanes diperkirakan ditulis sekitar tahun 40 Masehi. Surat 1-3 Yohanes ini diperkirakan ditulis sekitar tahun 90 Masehi. Sedangkan kitab Wahyu ditulis sekitar tahun 95-98 Masehi. Pada waktu itu Yohanes ditangkap di Efesus, lalu dibuang ke pulau Patmos. Di situlah wahyu terakhir disampaikan kepada Yohanes. Yohanes adalah rasul yang paling terakhir yang masih hidup di dunia. Sesudah rasul Yohanes meninggal, tidak ada lagi rasul Yesus Kristus. Tuhan Yesus tidak memilih orang lain lagi untuk menjadi rasul-Nya.

Rasul Yohanes dari sejak semula telah mendengar dan melihat secara langsung, menyaksikan bahkan meraba Firman Hidup, yaitu Yesus Kristus. Yohanes ingin mengatakan bahwa ia adalah salah satu rasul yang mengiring Tuhan Yesus. Karena itu apa yang disampaikan dan ditulisnya, semua adalah data yang akurat. Di dalam surat Yohanes ini, kita akan melihat Tuhan Tritunggal dengan sangat jelas. Kehadiran Yesus Kristus di bumi merupakan Firman Hidup yang menyatakan diri kepada para rasul. Kita hari ini tidak bisa melihat Yesus dan tidak perlu juga untuk melihat-Nya. Hal itu sangat berbahaya, karena Lucifer juga bisa memanipulasi kita, menampakkan diri kepada manusia dan mengaku sebagai Yesus. Tidak tanggung-tanggung, Lucifer juga bisa melakukan mujizat yang dahsyat, dengan menggunakan nama Yesus.

Hari ini kita tidak perlu seperti Tomas, yang perlu melihat Yesus terlebih dahulu, baru percaya. Yesus sendiri berkata bahwa berbahagialah mereka yang percaya meskipun tidak melihat. Kita inilah seharusnya yang menjadi orang berbahagia itu. Kita berbahagia karena percaya bukan karena berdasarkan penglihatan. Kita percaya dengan cara membaca kesaksian yang ditulis oleh para rasul. Merekalah yang menjadi saksi mata bagi Kristus.

Karena itu, jangan sampai ada di antara kita yang meminta supaya bisa melihat Yesus pada saat ini. Jika kita berdoa demikian dan didengar oleh Iblis, maka Iblis itu akan muncul dan menampakkan diri, entah melalui penglihatan atau mimpi. Lalu Iblis akan mengakui diri sebagai Yesus. Dia akan datang dalam bentuk terang, atau bahkan dalam bentuk sosok seperti yang digambarkan di kalender atau di film-film. Iblis bisa menyerupai malaikat terang, karena itu waspadalah.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *