Menguji Pengajaran (Jelajah PB 1017)

1 Yohanes 4:1-2

Kita diberi nasihat oleh rasul Yohanes supaya jangan sembarangan percaya pada pengajaran (jangan percaya pada setiap roh). Jangan menjadi orang percaya yang tidak berpengertian. Jangan menjadi orang yang percaya secara membabi buta. Kita tidak bisa hanya menjadi orang Kristen keturunan. Meskipun sejak kecil status kita sudah menjadi Kristen, kita perlu belajar firman Tuhan dengan sungguh-sungguh, sampai menyadari bahwa kita adalah orang berdosa. Dengan cara demikian, maka kita pun perlu pertobatan. Kekristenan kita bukan lagi karena orang tua, tetapi karena pengertian kita pribadi.

Kita diajak untuk menguji setiap roh atau pengajaran, apakah hal tersebut berasal dari Tuhan atau bukan. Terdeteksi sudah banyak sekali nabi-nabi palsu yang sudah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Semua pengajaran yang kita dengar, harus diuji dengan pengajaran para rasul, yang sudah tertulis lengkap di dalam Alkitab. Di dalam tulisan ini, rasul Yohanes sedang memberi gambaran kepada kita cara untuk menguji roh antikristus, yang sedang marak terjadi pada waktu itu.

Kita perlu berhati-hati. Pada zaman Yohanes saja sudah banyak nabi palsu yang muncul, apalagi pada saat ini. Tanpa disadari, banyak orang telah dipakai oleh Iblis untuk memanipulasi Alkitab. Tuhan telah memakai nabi dan rasul untuk menyalurkan firman-Nya secara lisan pada waktu itu. Firman lisan itu kemudian ditulis pada zaman nabi dan rasul masih hidup. Saat ini kita meyakini bahwa Alkitab tertulis itu adalah firman Tuhan, karena tulisan nabi dan rasul adalah firman Tuhan.

Jabatan nabi dan rasul adalah jabatan khusus. Jabatan ini perlu pembuktian, yaitu karunia mengadakan mujizat. Saat ini Iblis berusaha untuk memunculkan nabi dan rasul palsu, untuk mengacaukan konsep yang sudah ditetapkan oleh Tuhan. Kita bisa membayangkan demikian: seandainya saat ini masih ada nabi atau rasul, maka ucapan dan tulisan mereka adalah firman Tuhan. Jika hari ini masih ada sekolah nabi, maka Alkitab akan dianggap sebagai sebagian firman Tuhan, karena firman Tuhan belum selesai diwahyukan dan ditulis.

Jika saat ini ada yang mengaku nabi dan rasul, sebenarnya mereka sedang menyerang Alkitab sebagai firman Tuhan. Karena itu kita bisa menyimpulkan bahwa gerakan atau orang-orang seperti ini bukan berasal dari Tuhan. Semua itu berasal dari Iblis yang menyusup ke dalam. Itu adalah roh antikristus yang sedang masuk dalam kekristenan, mengacaukan dari dalam. Jika hal ini terjadi, maka akan sangat berbahaya.

Yohanes juga menyampaikan cara kita bisa mengenal Roh Tuhan. Kita tidak bisa menguji roh atau pengajaran dengan perasaan kita. Perasaan seseorang bukan standar kebenaran. Perasaan itu bersifat personal dan subyektif. Setiap orang memiliki perasaan yang berbeda-beda, tergantung situasi dan keadaan mereka masing-masing.

Setiap roh yang mengaku bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia, berasal dari Tuhan. Pada saat zaman Yohanes, ada pengajaran sesat yang disebut dengan Gnostik. Gnostik mengajarkan bahwa Yesus tidak memiliki tubuh. Yang kelihatan oleh para murid hanya bayangan saja. Tetapi di awal tulisannya, Yohanes telah menyaksikan bahwa ia sendiri telah meraba tubuh Yesus, bahkan ia bersandar di tubuh Yesus pada saat perjamuan malam.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *