Waspada Terhadap Rasul Palsu (Jelajah PB 862)

2 Timotius 1:1

Surat 1 Timotius dan Titus ditulis hampir bersamaan. Sedangkan Surat 2 Timotius ditulis beberapa tahun kemudian. Sepertinya Surat 2 Timotius ini adalah surat terakhir yang ditulis oleh Paulus, sebelum ia menjalani hukuman mati. Tercatat dalam sejarah, rasul Paulus dihukum mati oleh Kaisar Nero. Kaisar Nero sendiri mati bunuh diri di tahun 68 Masehi. Karena itu Surat ini diperkirakan ditulis pada saat musim semi tahun 67 Masehi. Pada saat itu rasul Paulus telah ditangkap untuk yang kedua kalinya. Sedangkan Surat 1 Timotius dan Titus diperkirakan ditulis tahun 62 atau 63 Masehi. Surat 2 Timotius ini ditulis oleh rasul Paulus dari dalam penjara di kota Roma. Kita bisa memahami bahwa ini adalah surat Paulus yang terakhir ditulis, sehingga di pasal 4 dia mengatakan bahwa pertandingannya hampir berakhir. Ia telah memelihara iman dan melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh.

Dalam surat ini berisi hal yang indah dan nasihat yang baik bagi para pelayan Tuhan, karena ini termasuk surat penggembalaan, yang ditujukan kepada seorang murid yang telah dibentuk dan diajar sedemikian rupa. Timotius juga telah melaksanakan pelayanan dengan baik dan berhasil. Pada saat menerima surat ini, diperkirakan Timotius sedang berada di Efesus. Kota Efesus adalah ibukota provinsi Asia (provinsi Roma yang berada di Asia). Jika kita seorang hamba Tuhan atau gembala jemaat, baiklah kita dengan rendah hati membaca dan mempelajari surat-surat penggembalaan ini. Kita membacanya sebagai seseorang yang sedang rela untuk menerima nasihat, sebagai orang yang siap diajar oleh orang yang lebih berpengalaman. Apalagi surat ini juga adalah firman Tuhan. Tuhan menasihati kita melalui rasul Paulus, hamba-Nya yang setia.

Di dalam pembukaan surat, Paulus memiliki kebiasaan untuk memperkenalkan diri sebagai rasul Kristus Yesus. Hal ini juga untuk menghindari pemalsuan surat dan identitas. Rasul adalah utusan dan hari ini tidak ada lagi rasul Yesus Kristus. Hari ini kita bisa diutus oleh jemaat lokal untuk menjadi pemberita Injil, kita menjadi rasul jemaat lokal. Rasul Yesus Kristus tidak diutus oleh jemaat atau orang tertentu, tetapi dipilih dan diutus langsung oleh Yesus Kristus. Syarat sebagai rasul Yesus Kristus, ia harus bertemu langsung dengan Yesus Kristus dan mendapat perintah dan pengutusan langsung dari Yesus Kristus.

Jika saat ini ada orang yang mengaku sudah bertemu dengan Yesus Kristus dan diutus langsung oleh Yesus Kristus untuk memberitakan sesuatu kepada orang lain, dia pasti pembohong atau dia menjadi rasul Yesus Kristus (Mesias) palsu. Yesus Kristus yang palsu itu kemudian bisa disebut sebagai Anti Kristus. Tuhan Yesus sudah kembali ke surga dan tidak ada lagi pengutusan rasul Yesus Kristus. Ketika saat ini jemaat atau gereja sudah berdiri, maka tugas gereja untuk mengutus anggotanya untuk menjadi pemberita Injil di tempat lain.

Paulus menjadi rasul Yesus Kristus menurut kehendak Tuhan untuk memberitakan janji tentang hidup di dalam Kristus Yesus. Tugas Paulus sudah jelas, yaitu dia pergi keluar untuk memberitakan Injil Yesus Kristus yang menjanjikan kehidupan kekal.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *