Tidak Kerja, Tidak Makan (Jelajah PB 833)

2 Tesalonika 3:7-10

Jemaat lokal juga perlu melakukan pemisahan, yaitu menjauhkan diri dengan orang-orang yang tidak melakukan pekerjaan Kristus atau mereka yang mengajarkan pengajaran sesat. Misalnya, jika kita tidak siap, kita harus menjauhkan diri dari Saksi Yehova, yang bisa mempengaruhi iman kita. Kecuali kita siap, kita bisa menghadapinya, berdebat atau berargumentasi dengan mereka. Dengan demikian kita memiliki tantangan untuk mempelajari Alkitab dengan lebih teliti lagi. Kita juga belajar untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh mereka kepada kita. Kita juga harus menjauhkan diri dari orang-orang yang perilakunya tidak sesuai dengan kebenaran Tuhan. Perilaku yang negatif akan cepat mempengaruhi kita. Daripada kita terpengaruh, cara yang paling aman adalah menjauhkan diri dari pergaulan dengan mereka.

Rasul-rasul adalah teladan kita, sebagaimana mereka telah mengikuti dan meneladani Yesus Kristus dalam seluruh aspek kehidupan mereka. Dalam hal bekerja dan ketertiban hidup, para rasul tidak pernah lalai. Mereka melakukan semuanya itu dengan sungguh-sungguh, tujuannya bukan untuk kebanggaan diri sendiri, tetapi untuk kemuliaan Tuhan. Karena itulah, sebuah keharusan bagi kita untuk meneladani kehidupan para rasul. Paulus sengaja memberi teladan bagi kita untuk tidak menjadi beban bagi orang lain. Ini prinsip yang dijalani oleh Paulus. Dia tidak makan roti orang dengan percuma. Dia tidak mau tidak bekerja. Dia rajin untuk melakukan pekerjaan dan pelayananya. Jika setiap orang mengikuti teladan Paulus, maka di dunia ini tidak akan ada orang yang malas. Semua orang akan bekerja dengan giat. Dia bekerja siang malam, supaya tidak menjadi beban bagi siapapun juga.

Orang yang tidak mau bekerja, ia tidak boleh makan. Kita harus membangun diri menjadi orang yang rajin, baik untuk bekerja maupun untuk pelayanan. Dibandingkan dengan negara lain, negara kita terkenal sebagai negara dengan pekerja yang lambat. Apalagi jika dibandingkan dengan orang Jepang ketika mereka bekerja, mereka sangat disiplin, cepat dan giat. Karakter ini juga harus kita bangun, sebagai orang Kristen maupun sebagai warga negara Indonesia yang baik. Jika tidak demikian kita akan ketinggalan. Generasi saat ini semakin malas, karena segala sesuatu sudah dipermudah. Dulu, orang pergi ke sekolah atau kerja, mereka jalan kaki atau naik kendaraan umum. Sekarang, hidup lebih mudah, sehingga sangat jarang kita jumpai orang pergi ke sekolah atau bekerja dengan berjalan kaki. Media internet juga bisa membuat kita makin malas. Kita akan enggan untuk bekerja, karena banyak sekali hiburan yang bisa kita akses melalui handphone. Pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan dalam waktu yang singkat, bisa menjadi panjang karena kita melihat notifikasi di handphone kita.

Orang Kristen harus bekerja dengan giat, karena memiliki dua tanggung jawab yang besar. Tanggung jawab pertama adalah memenuhi kebutuhan keluarga. Tanggung jawab yang kedua adalah memenuhi kebutuhan pelayanan dan pekabaran Injil. Karena itulah Paulus memberi teladan dengan cara melakukan pekerjaan dengan giat, dilakukan siang dan malam. Dia berusaha dan berjerih lelah. Sekarang, saatnya kita menjadi teladan bagi orang lain. Kita menjadi penyemangat untuk melayani dan bekerja. Apa yang kita kerjakan hari ini bukan untuk kita saja, tetapi lebih daripada itu, yaitu untuk orang lain dan untuk Tuhan. Seorang pelajar harus melaksanakan tugasnya dengan baik, sehingga ia memiliki pengetahuan dan karakter yang baik. Seorang pekerja harus melaksanakan pekerjaannya dengan baik dan jujur, dengan etos kerja yang tinggi dan disiplin yang baik.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *