Menjadi Musuh Karena Kebenaran (Jelajah PB 728)

Galatia 4:12-16

Seharusnya jemaat di Galatia menjadi semakin malu, karena penyimpanga-penyimpangan pemahaman dan pengajaran yang telah dilakukan oleh beberapa di antara mereka. Paulus telah memberitakan Injil yang murni kepada mereka, sehingga terbentuklah jemaat di Galatia. Saat ini, Paulus juga mengingatkan kepada mereka bahwa mereka telah menunjukkan kasih sayang mereka terhadap Paulus dan pelayanannya. Dengan ingatan seperti ini, diharapkan mereka bisa melihat bahwa mereka telah berubah drastis. Dulu mereka sangat mengasihi Paulus, tetapi sekarang justru mereka menentang Paulus. Semua ini terjadi karena mereka telah terpengaruh dengan orang-orang yang datang dari Yerusalem, yang telah mengajar mereka untuk mencampur pengajaran kekristenan dengan Yudaisme.

Paulus merindukan jemaat di Galatia bisa berpikir mengenai Paulus, sama seperti Paulus berpikir terhadap mereka. Paulus menginginkan mereka menjadi sama sepertinya, karena Paulus telah menjadi sama seperti jemaat di Galatia. Paulus juga mengingatkan bahwa Paulus belum pernah mengalami sesuatu yang tidak baik dari jemaat di Galatia. Sebelumnya, Paulus tidak pernah bertentangan dengan jemaat Galatia. Apa yang disampaikan oleh Paulus bukanlah untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk menjaga kebenaran dan kemurnian Injil. Paulus ingin mereka benar-benar sejahtera dan bersukacita di dalam iman kepada Yesus Kristus. Karena itulah, Paulus berusaha untuk melembutkan perasaan mereka, supaya mereka lebih siap untuk menerima teguran dan nasihat. Paulus menegur dengan kepedulian yang tulus.

Dulu, ketika Paulus datang pertama kali ke Galatia, Paulus mengakui memiliki kelemahan. Kelemahan itu mungkin terjadi karena Paulus sering dianiaya. Dalam kelemahan itu, ternyata tidak ada orang yang tidak mengasihi Paulus. Mereka tidak menganggap Paulus hina. Mereka tidak menolak Paulus, tetapi justru menyambut dia dengan sangat baik. Mereka sangat menghormati Paulus. Tetapi justru sekarang, mereka justru menentang Paulus. Kasih sayang mereka terhadap Paulus telah berubah. Meskipun Paulus tetap melayani dengan ketulusan hati, tetapi jemaat di Galatia benar-benar telah terpengaruh untuk melakukan hal yang tidak baik. Perubahan sikap inilah yang ditekankan oleh Paulus, untuk menyadarkan mereka bahwa mereka telah benar-benar berubah. Mereka tidak sama lagi dengan keadaannya yang semula. Pada saat surat ini ditulis, beberapa dari mereka sudah tidak lagi memberi hormat kepada Paulus. Mereka telah kehilangan kasih yang semula.

Paulus yang dulu mendapat kasih sayang, sekarang dianggap musuh karena telah menegur mereka, untuk kembali ke jalan yang benar. Kita bisa belajar dari peristiwa ini bahwa ada orang-orang yang akhirnya menganggap sahabat baiknya menjadi musuh, karena mereka telah memberikan nasihat yang baik. Sahabat yang baik biasanya akan jujur mengatakan jika ada sahabatnya yang lain sedang tersesat. Tetapi belum tentu sahabat yang dinasihati itu akan menerima. Orang-orang yang memberitakan Injil kebenaran dan menegur dengan kasih sesuai dengan firman Tuhan, seringkali dianggap musuh. Paulus, bahkan Yesus sendiri dianggap musuh oleh orang-orang terdekatnya, karena telah mengatakan kebenaran. Kita harus sadar bahwa ketika kita memberitakan Injil, mungkin akan banyak yang tidak menyukai kita. Tetapi hal itu seharusnya tidak melemahkan kita, terutama jika kita benar-benar sedang memberitakan kebenaran.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *