Injil Yang Ditambahi (Jelajah PB 711)

Galatia 1:6-7

Kita diingatkan bahwa kita adalah manusia berdosa. Satu saja dosa kita lakukan, maka kita tidak berhak untuk mendapatkan kehidupan yang kekal. Karena itu dosa perlu diselesaikan, supaya bisa masuk Sorga. Sorga adalah tempat yang maha kudus. Bapa kita adalah Pribadi yang maha kudus dan maha mulia. Tidak akan mungkin orang berdosa bisa menghampiri-Nya. Karena itulah, maka dosa harus diselesaikan. Satu hal yang perlu dimengerti adalah bahwa dosa bisa selesai jika dijatuhi hukuman. Kita tidak bisa menyelesaikan dosa itu dengan rajin kebaktian. Kita juga tidak bisa menyelesaikan dosa itu dengan memberi sumbangan atau amal yang besar, atau dengan cara menghampakan diri seperti bertapa atau bersemedi atau berpuasa.

Karena itulah, maka Tuhan segera menjanjikan Juruselamat ketika manusia jatuh ke dalam dosa. Ketika Sang Juruselamat tiba, maka Dia dihukumkan di atas kayu salib untuk menanggung dosa seisi dunia. Sebelum Sang Juruselamat tiba, Tuhan memerintahkan manusia untuk melaksanakan ibadah simbolik yang menggambarkan-Nya, yaitu domba ditaruh di atas mezbah sambil memegang kepala domba itu mengaku salah. Lalu domba itu disembelih di atas mezbah tersebut. Ritual itu menggambarkan bahwa dosa sedang dijatuhi hukuman dan hukuman itu ditanggung oleh domba itu. Domba ini menyimbolkan Sang Juruselamat. Yesus Kristus tersalib di atas kayu salib untuk menanggung dosa manusia seisi dunia. Tuhan Yesus tidak hanya menanggung dosa orang-orang pilihan saja, tetapi menanggung dosa semua manusia yang ada di dunia ini, dari manusia pertama sampai manusia terakhir.

Barangsiapa mau dihitung selesai atau dijatuhi hukuman, maka orang tersebut harus bertobat, mengaku diri salah dan menyesali dosa serta pelanggarannya, setelah itu mempercayai apa yang Tuhan Yesus telah lakukan bagi dirinya, mengaminkan Yesus Kristus sebagai Juruselamatnya. Kita harus mengakui bahwa Yesus mati dihukum di atas kayu salib untuk menggantikan kita. Saatnya kita menggantikan Yesus untuk hidup, yaitu hidup dengan iman di dalam Yesus Kristus. Inilah berita Injil yang benar dan tidak perlu ditambah dengan berbagai macam syarat dan ritual yang lain.

Lalu datanglah orang-orang dari Yerusalem ke Galatia. Mereka adalah orang Kristen yang mencampurkan pengajaran kekristenan dengan Yudaisme. Mereka mengajarkan bahwa tidak cukup hanya dengan bertobat dan percaya kepada Yesus. Karena itu mereka mengajarkan untuk menyempurnakan iman dengan melakukan ritual-ritual Yudaisme, seperti: sunat serta menjalankan hukum Taurat. Ketika rasul Paulus mendengar kabar itu, tentu dia sangat sedih. Injil yang ditambahi inilah yang sebenarnya bisa menjerumuskan mereka ke dalam neraka. Orang-orang itu mengacaukan pengajaran Paulus dan bermaksud untuk memutarbalikkan Injil Kristus.

Karena itu, hari ini kita perlu berhati-hati dengan pengajaran-pengajaran yang ada dan disampaikan secara luas. Jangan sampai kita percaya kepada injil lain, yaitu Injil yang sudah ditambahi dan tidak murni. Tidak perlu ada penambahan pribadi orang yang harus dipercayai. Ada juga injil yang ditambahi dengan baptisan. Ini juga banyak menjerumuskan iman Kristen. Ada yang mengajarkan bahwa baptisan adalah syarat untuk masuk Sorga, tidak cukup hanya bertobat dan percaya Yesus. Baptisan tidak menyelamatkan. Baptisan bukan ritual dan syarat untuk masuk Sorga. Baptisan adalah proklamasi di hadapan orang lain bahwa kita sudah bertobat dan percaya Yesus. Salah satu penjahat yang disalibkan bersama-sama Yesus cukup bertobat dan percaya (tanpa dibaptis), bisa bersama-sama dengan Yesus di Firdaus.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *