Buah Roh Hanya Satu (Jelajah PB 734)

Galatia 5:18-26

Orang yang sudah lahir baru, hatinya akan selalu menginginkan hal yang baik dan ingin selalu menyenangkan hati Tuhan. Jika pada suatu waktu mereka melakukan hal yang tidak baik, sebenarnya itu adalah hal yang tidak mereka inginkan. Berbeda dengan orang yang belum lahir baru atau orang-orang yang tidak percaya kepada Tuhan, jika mereka melakukan hal yang tidak baik, itu memang ekspresi dari sifatnya. Orang yang sudah lahir baru tetapi jatuh ke dalam dosa, ia akan mengalami kesedihan yang mendalam. Akan ada penyesalan di dalam hatinya.

Jika kita memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita tidak akan berada lagi di bawah hukum Taurat. Paulus menyebutkan sebagian besar perbuatan daging, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora dan lain sebagainya. Terhadap semua yang disebutkan itu, Paulus memperingatkan dengan keras. Siapapun yang melakukan atau mempraktikkan hal-hal itu, maka ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Tuhan. Itu semua adalah tarikan kedagingan yang dahsyat. Kita seharusnya mengalahkan semuanya itu.

Paulus juga menyebutkan tentang buah Roh, yaitu: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan dan penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal itu. Buah Roh ini satu (tunggal) tetapi di dalamnya terkandung banyak isi dan saling berkaitan satu dengan yang lain. Ketika kita menjadi orang percaya, kita bisa menikmati sukacita yang didalamnya juga terkandung kasih, damai sejahtera dan yang lainnya. Sukacita yang diberikan oleh Roh Kudus, sudah satu paket dengan kesetiaan, penguasaan diri dan yang lainnya.

Jika Roh Kudus ada di dalam kita, maka buah Roh itu akan terpancar dari hidup kita. Kita bisa mengekspresikan semuanya dengan sangat baik. Itulah yang pada akhirnya menjadi kesaksian yang baik bagi orang-orang yang berada di sekitar kita. Jika semakin banyak orang yang mengekspresikan buah Roh, maka dunia ini akan aman dan nyaman untuk ditempati. Tetapi ternyata tidak terjadi demikian. Kita berada di dalam dunia yang seringkali tidak memancarkan kasih dan tidak ada damai sejahtera di dalamnya.

Setiap orang yang sudah menjadi milik Yesus Kristus, maka ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya. Semua hal-hal yang negatif yang telah disebutkan di atas sudah tidak dilakukan dan dipraktikkannya lagi. Memang orang percaya bisa saja jatuh ke dalam hal-hal negatif itu. Tetapi ketika jatuh, bukan berarti terus melakukan dan mempraktikkan secara berulang-ulang. Ia harus sadar dan berketetapan untuk lebih berhati-hati, supaya tidak jatuh ke dalam kesalahan yang sama lagi.

Jika kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh. Jangan sampai kita gila hormat atau saling menantang dan saling mendengki. Setiap kali muncul pikiran atau keinginan daging kita, maka kita harus siap untuk mengendalikannya. Itulah yang seharusnya kita lakukan secara terus menerus. Jika kita sendirian, mungkin kita tidak kuat. Karena itulah penting bagi kita untuk hidup dalam persekutuan bersama-sama orang percaya yang lain, supaya bisa saling menguatkan. Dengan demikian kita tidak mudah untuk jatuh dalam pencobaan atau jatuh dalam keinginan daging.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *