Kemurahan Tuhan (Jelajah PB 528)

Roma 2:1-4

Rasul Paulus berusaha untuk menyadarkan jemaat di kota Roma serta semua orang yang membaca surat ini. Tuhan pada akhirnya mengambil keputusan untuk menyerahkan orang-orang yang tidak bisa mengendalikan dan menguasai keinginan hati mereka. Keinginan hati merupakan salah satu kebebasan yang Tuhan berikan kepada semua manusia yang diciptakan-Nya. Tuhan konsisten terhadap keputusannya, sehingga Ia tidak mengambil kebebasan hati manusia itu. Tuhan tahu bahwa kebebasan hati manusia itu bisa dipakai untuk membenci Tuhan, yang adalah Sang Pencipta manusia. Tetapi itulah kebebasan yang sudah Tuhan berikan kepada manusia, yang sering disebut dengan kehendak bebas. Tuhan tidak dapat menyangkal Diri-Nya sendiri, sehingga Dia tidak mau mengubah apa yang sudah diputuskan-Nya. Tuhan membiarkan manusia untuk memilih dengan bebas, apakah mau membenci Tuhan ataukah mau percaya serta menyembah Tuhan.

Banyak manusia yang telah memilih untuk menyangkal Tuhan dan lebih memilih untuk menyembah hasil buatan tangannya sendiri. Sebenarnya fakta dan pengetahuan tentang Tuhan, sudah nampak dalam pikiran serta perasaan semua manusia yang diciptakan oleh Tuhan. Ketika orang-orang tersebut menutup hati nuraninya dan tetap menyangkal Tuhan, maka Tuhan menyerahkan mereka kepada kebebasan kehendak manusia itu sendiri. Ketidakpercayaan kepada Tuhan, biasanya akan diikuti dengan kelaliman dan kejahatan yang lain. Di pasal 1, rasul Paulus telah mendaftarkan berbagai macam kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak mau percaya kepada Tuhan.

Ketika kita menghakimi orang lain, sebenarnya kita juga sedang menghakimi diri sendiri. Kecenderungan semua manusia adalah melakukan hal yang sama. Ketika kita menghakimi orang lain dengan menyatakan bahwa orang lain itu berdosa, kita juga harus ingat bahwa kita sendiri juga orang yang berdosa. Tetapi bukan berarti bahwa orang Kristen dilarang untuk menghakimi. Penghakiman yang baik dan benar, selalu ada aturan yang berlaku. Kita tidak bisa menghakimi menurut ukuran kita sendiri. Kita diperbolehkan dan bisa menghakimi menurut ukuran Tuhan. Alkitab adalah ukuran yang Tuhan berikan bagi orang Kristen untuk menghakimi.

Di dalam 1 Korintus 5 dan 6, jemaat mendapatkan kewenangan untuk menghakimi. Penghakiman itu berlaku dalam dua sisi, untuk orang lain dan untuk diri sendiri. Ketika kita berani menghakimi orang lain dengan menggunakan Alkitab, Alkitab itu juga berlaku untuk menghakimi diri sendiri. Ukuran yang kita pakai untuk menghakimi, akan diukurkan juga kepada kita pada saat kita sedang berada di penghakiman. Jika Alkitab itu berlaku bagi orang lain, maka Alkitab itu juga berlaku bagi diri kita sendiri. Itulah yang disebut dengan penghakiman oleh firman Tuhan.

Hukuman Tuhan akan berlangsung secara jujur atas orang-orang yang telah menyangkal Tuhan. Kita pun tidak akan mungkin luput dari hukuman Tuhan. Semua orang di dunia ini sudah berdosa dan telah kehilangan kemuliaan Tuhan. Persoalan bukan pada dosa kecil atau dosa besar, dosa banyak atau dosa sedikit. Sekecil atau sesedikit apapun dosa yang kita lakukan, itu tetap dosa. Semua manusia akan berada di hadapan Tuhan untuk mempertanggungjawabkan semua yang sudah dilakukan dan dikerjakan di dunia ini. Tuhan memberi kesempatan kepada semua orang dengan kemurahan-Nya, untuk menuntun setiap orang menuju kepada pertobatan. Itu tidak dipaksakan oleh Tuhan, tetapi ditawarkan oleh Tuhan. Setiap orang memiliki kehendak bebas untuk memilih atau menolak tawaran atau kesempatan kemurahan Tuhan itu.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *