Yakobus, Rasul Yang Menjadi Martir Pertama (Jelajah PB 442)

Kisah Para Rasul 12:1-5

Pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat, terutama di Yerusalem. Mungkin raja Herodes didesak oleh para imam dan orang-orang Farisi yang melihat bahwa jumlah pengikut atau murid Yesus Kristus semakin banyak. Mereka semakin geram sehingga menggunakan pemerintah untuk merencanakan hal yang jahat bagi orang-orang Kristen. Seperti inilah pengajaran yang tidak mengandalkan akal budi dan kebenaran. Mereka akan berusaha untuk menggunakan pemegang kekuasaan, yaitu pemerintah, untuk menekan orang-orang yang menyerukan kebenaran. Karena tidak ada kebenaran yang bisa disampaikan, maka mereka menggunakan kekerasan fisik. Ini terjadi bukan hanya pada zaman itu, tetapi juga terjadi di zaman setelah itu, bahkan sampai sekarang.

Pada waktu itu yang berkuasa adalah Herodes Agripa. Dia ini adalah Herodes yang merebut istri saudaranya. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Yakobus ini bukan saudara kandung Yesus. Yakobus menjadi rasul pertama yang menjadi martir. Bagi para rasul, mati atau hidup bagi Tuhan, sama-sama baik. Terkadang hidup bagi Kristus itu lebih sulit daripada mati bagi Kristus. Orang percaya yang masih hidup harus melakukan banyak hal dan memiliki tanggung jawab yang harus dilakukan, karena waktunya di dunia ini belum selesai. Seharusnya, kita sebagai orang percaya yang masih hidup hari ini, kita memiliki prinsip untuk hidup bagi Tuhan. Artinya kita siap mempersembahkan hidup kita untuk Tuhan. Pada waktu itu, Yakobus mati bagi Tuhan. Sedangkan Petrus dan para rasul yang lain masih hidup dan hidup mereka juga dipersembahkan kepada Tuhan.

Ketika Herodes melihat bahwa apa yang dilakukan terhadap Yakobus itu menyenangkan hati orang Yahudi, maka ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Pada waktu itu bertepatan dengan hari raya Roti Tidak Beragi, atau hari menjelang Paskah. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu. Masing-masing regu terdiri dari empat prajurit. Jadi semuanya ada enam belas orang, yang khusus diperintahkan untuk menjaga Petrus di dalam penjara. Jika penjagaan sangat ketat seperti itu, maka tangan kanan Petrus akan dirantai dengan satu prajurit dan tangan kiri Petrus juga akan dirantai dengan satu prajurit lainnya. Paling tidak ada dua prajurit yang tidur di samping Petrus. Herodes bermaksud bahwa Petrus akan diperhadapkan kepada orang banyak setelah lewat hari Paskah.

Ketika Petrus berada di dalam penjara, jemaat yang lain tekun mendoakan Petrus. Bukan berarti jemaat tidak mendoakan Yakobus, sehingga Yakobus diizinkan mati lebih dahulu sedangkan Petrus masih dibiarkan hidup. Setiap rasul memiliki tanggung jawab dan kesaksiannya masing-masing. Bagi orang percaya, berdoa atau bersyafaat itu menjadi tanggung jawabnya. Mengenai jawaban Tuhan atas doa, itu adalah hak Tuhan. Kita diberi hak oleh Tuhan untuk meminta atau berdoa kepada Tuhan. Ini menunjukkan bahwa Tuhan memberi ruang kepada orang-orang percaya. Tuhan juga memperhitungkan doa kita. Meskipun demikian, kita juga harus sadar bahwa doa kita pun belum tentu dijawab oleh Tuhan. Setiap orang yang berdoa, dia harus yakin bahwa doanya dijawab oleh Tuhan. Tetapi kita juga harus tahu dan sadar bahwa hak menjawab itu adalah milik Tuhan. Kita tidak bisa memaksa Tuhan, karena Tuhanlah yang memiliki kedaulatan tertinggi.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *