Petrus Lepas Dari Penjara (Jelajah PB 443)

Kisah Para Rasul 12:6-15

Pada waktu itu hari sudah malam dan besoknya Herodes berencana untuk menghadapkan Petrus kepada orang banyak. Pada waktu itu Petrus tidur di antara dua orang prajurit. Dia juga dibelenggu dengan dua rantai. Petrus sepertinya tenang, tidak gelisah, sehingga pada malam itu bisa tidur. Prajurit yang lain berjaga-jaga di muka pintu penjara. Ada enam belas prajurit yang mengawal dan menjaga Petrus.

Tiba-tiba, berdirilah seorang malaikat Tuhan di dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruangan itu. Malaikat itu segera membangunkan Petrus. Ketika Petrus bangun, malaikat itu berkata kepadanya, “Bangunlah segera!” Pada saat itulah rantai yang membelenggu Petrus gugur dari tangan Petrus. Malaikat itu memberikan perintah kepada Petrus supaya segera mengikat pinggang dan memakai sepatu. Malaikat itu melanjutkan perkataannya, supaya Petrus memakai jubahnya dan mengikuti malaikat tersebut. Petrus mengikuti malaikat itu keluar dan Petrus sendiri tidak tahu bahwa peristiwa itu adalah nyata, bukan penglihatan. Hal itu wajar, karena Petrus juga pernah mendapatkan penglihatan di Yope. Kali ini dia juga menyangka bahwa dia sedang mendapatkan penglihatan.

Malaikat dan Petrus terus berjalan keluar, melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampai ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah mereka tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan Petrus. Setelah itu barulah Petrus sadar dan berkata dengan dirinya sendiri, “Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi.”

Tuhan masih menginginkan Petrus untuk melayani-Nya. Masih ada banyak tugas yang harus dilakukan dan diselesaikan oleh Petrus. Dia menjadi gembala pertama di Yerusalem dan jemaat baru saja berdiri. Meskipun sudah terjadi pemberitaan Injil di Yerusalem, di Samaria dan di Kaisarea (ibukota Yudea), tetapi tetap masih banyak yang harus dilakukan oleh Petrus. Jemaat awal di Yerusalem masih memerlukan Petrus untuk memantapkan iman serta pengajaran mereka. Apalagi pada waktu itu jemaat belum memiliki firman tertulis di tangan mereka. Mereka masih berpatokan kepada pengajaran para rasul. Sebelum Alkitab selesai ditulis, para rasul menjadi patokan bagi kebenaran.

Setelah berpikir sebentar, mungkin Petrus masih bingung dengan semua peristiwa yang baru saja terjadi, pergilah ia ke rumah Maria, ibu Yohanes yang disebut juga Markus. Ini adalah penulis Injil Markus. Dia tinggal di kota Yerusalem dan memiliki rumah yang cukup besar. Rumahnya ini sering dipakai oleh orang-orang Kristen untuk berkumpul dan berdoa. Mereka semua sedang berdoa untuk Petrus. Ketika Petrus mengetuk pintu gerbang rumah itu, datanglah seorang hamba perempuan bernama Rode untuk mengetahui siapa yang mengetuk pintu itu. Ternyata hamba perempuan itu mengenal suara Petrus. Tetapi karena terlalu bersukacita, maka hamba perempuan itu justru tidak membukakan pintu gerbang rumah itu. Dia segera masuk ke dalam rumah dan memberitahukan bahwa Petrus sedang berada di depan pintu gerbang. Tetapi orang-orang yang sedang berkumpul di rumah itu tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh hamba perempuan itu.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *