Saulus Bertemu Tuhan Yesus (Jelajah PB 426)

Kisah Para Rasul 9:1-5

Kitab Kisah Para Rasul ini menjadi penghubung antara kitab-kitab Injil dengan surat-surat dari para rasul. Jika kitab Kisah Para Rasul ini tidak ditulis, maka kita tidak akan bisa mengerti Alkitab secara keseluruhan dengan sistematis, terutama kitab Perjanjian Baru. Dari kitab Kisah Para Rasul ini kita bisa mengetahui seorang lain yang dipanggil oleh Tuhan Yesus secara pribadi untuk menjadi rasul, yaitu Paulus (dalam bahasa Yunani) atau Saulus (dalam bahasa Ibrani).

Awalnya, Saulus adalah seorang penganiaya. Dialah yang dicatat sebagai orang muda yang setuju supaya Stefanus dibunuh. Dia menjadi pemimpin pada saat penganiayaan Stefanus, karena para saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki Saulus. Bukan hanya itu saja, Saulus telah membuat orang Kristen di Yerusalem lari berpencar, bahkan ada yang sampai keluar dari Yerusalem untuk menyelamatkan diri.

Di pasal 9 ini tercatat bahwa Saulus semakin berkobar-kobar untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Bahkan ia meminta surat kuasa dari Imam Besar untuk menangkap dan membawa orang-orang yang mengikuti Jalan Tuhan kembali ke Yerusalem. Surat itu akan dibawa kepada majelis-majelis Yahudi yang berada di Damsyik. Sebelum orang-orang percaya pada waktu itu disebut sebagai orang Kristen, mereka mendapat sebutan “mengikuti Jalan Tuhan”. Saulus sangat bersemangat untuk menangkap orang-orang Kristen, apalagi sudah mendapatkan surat kuasa.

Kota Damsyik adalah ibu kota Siria (saat ini disebut kota Damaskus). Ketika dalam perjalanan ke Damsyik, ketika Saulus sudah dekat dengan kota itu, tiba-tiba cahaya memancar dari langit mengelilingi Saulus. Saulus sampai rebah ke tanah dan mendengar suara yang mengatakan, “Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku?” Saulus menjawab, “Siapakah Engkau, Tuhan?” Lalu kata-Nya: Akulah Yesus yang kau aniaya itu.” Hal ini tentu membuat Saulus sangat kaget. Mungkin pada saat itu Saulus mulai berpikir tentang siapa sebenarnya Yesus itu. Selama ini dia salah sangka. Ternyata Yesus adalah Tuhan, Sang Pencipta alam semesta ini. Yesus tidak mati untuk selama-lamanya, tetapi benar-benar telah bangkit dan sekarang sedang berbicara kepadanya.

Ketika Saulus menganiaya orang Kristen, itu juga dilihat oleh Tuhan sebagai penganiayaan terhadap Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sendiri menyebut orang-orang Kristen yang berkumpul sebagai jemaat adalah tubuh-Nya. Siapapun yang menganiaya jemaat Tuhan, sebenarnya mereka juga sedang menganiaya Yesus secara langsung, yaitu menganiaya tubuh Yesus. Mereka sama saja sedang memusuhi Tuhan, Pencipta alam semesta ini.

Penganiayaan terhadap orang Kristen tidak hanya terjadi pada waktu itu. Tetapi di sepanjang sejarah dan zaman, banyak orang Kristen yang mengalami penganiayaan, termasuk sampai pada saat ini. Padahal kalau kita melihat, orang Kristen yang sungguh-sungguh tidak akan pernah memberitakan Injil dengan kekerasan. Orang Kristen juga tidak melakukan kejahatan, tetapi tetap saja mendapatkan perlakukan yang tidak adil. Berkali-kali terjadi larangan bagi orang Kristen untuk melakukan persekutuan atau kebaktian. Meskipun demikian, kita tidak boleh membalas dengan kekerasan atau kejahatan. Yang bisa kita lakukan hanyalah berseru kepada Tuhan. Apa yang dilakukan oleh Yesus terhadap Saulus ini adalah seruan dari orang-orang Kristen di Yerusalem yang teraniaya.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *