Berita Injil Yang Mahal (Jelajah PB 501)

Kisah Para Rasul 23:30-35

Paulus sebenarnya hanya didakwa karena persoalan hukum Taurat, hukum agama Yahudi, sehingga tidak layak untuk mendapatkan hukuman mati atau hukuman penjara. Klaudius Lisias (kepala pasukan) juga mengatakan kepada Feliks dalam suratnya bahwa ada komplotan yang merencanakan untuk membunuh Paulus. Karena itulah Klaudius Lisias segera menyuruh membawa Paulus kepada Feliks. Sedangkan kepada orang-orang Yahudi yang sudah mendakwa Paulus, mereka diberitahu untuk mengajukan perkara ini kepada Feliks.

Ketika Paulus dibawa ke Kaisarea, maka Klaudius Lisias sudah lepas dari persoalan ini. Jika ada yang tidak setuju dengan perlakuan kepada Paulus, maka mereka bisa langsung menyatakan ketidaksetujuannya tersebut kepada Feliks, sang gubernur yang tinggal di Kaisarea. Ini adalah cara Tuhan untuk membawa Paulus pergi ke Roma secara bertahap. Dia ditangkap di Yerusalem, lalu di bawa ke Kaisarea. Sampai di Kaisarea, gubernur Feliks akan mengadili Paulus.

Lalu para prajurit mengambil Paulus, sesuai dengan perintah kepala pasukan. Mereka membawa Paulus pada waktu malam menuju ke Antipatris. Pada keesokan harinya, mereka membiarkan orang-orang berkuda dan Paulus untuk meneruskan perjalanannya. Sedangkan para prajurit yang mengantarnya sampai di Antipartis itu kembali ke markas, tentunya setelah dirasa keadaan sudah aman.

Setelah sampai di Kaisarea, orang-orang berkuda itu menyampaikan surat Klaudius Lisias kepada wali negeri serta menyerahkan Paulus kepadanya. Setelah membaca surat itu, wali negeri itu menanyakan Paulus tentang daerah asalnya. Paulus menjawab bahwa dia berasal dari Kilikia. Feliks berkata bahwa ia akan memeriksa perkara Paulus setelah para pendakwanya telah tiba di Kaisarea. Setelah itu ia menyuruh menahan Paulus di istana Herodes.

Paulus sekarang bukan hanya tawanan roh, tetapi juga tawanan pemerintahan Roma. Paulus siap menerima semuanya ini. Tidak menjadi masalah bagi Paulus, mau ditawan di mana saja. Yang penting dia dapat bersaksi dan memberitakan Injil Yesus Kristus. Dia akan menggunakan semua kesempatan untuk memberitakan Injil kepada siapa saja. Tidak ada masalah bagi Paulus untuk memberitakan Injil, baik di luar maupun di dalam penjara. Paulus tidak pernah lalai untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh Tuhan kepada dia.

Injil dan pengajaran yang sampai kepada kita pada saat ini adalah pengajaran yang diberitakan dengan pengorbanan yang sangat mahal. Itu adalah pengajaran yang dipertahankan dengan cucuran air mata serta darah. Itu adalah pengajaran yang ditopang dengan nyawa. Ada banyak nyawa dikorbankan, sehingga berita Injil sampai kepada kita, bahkan sampai saat ini. Kebenaran yang kita terima saat ini, bukanlah kebenaran yang diberitakan untuk mendapatkan keuntungan jasmani. Paulus sama sekali tidak mendapatkan keuntungan jasmani atau materi pada saat memberitakan Injil. Kebenaran ini disampaikan dan ditulis dengan cucuran darah para rasul dan para pendahulu kita yang telah memberitakan Injil dengan berani dan tanpa kompromi sedikitpun. Jika hari ini kita sudah diselamatkan, sudah mendapatkan jaminan keselamatan, maka kita patut bersyukur. Cara bersyukur kita adalah dengan cara mengabarkan Injil itu kepada orang lain, baik melalui perkataan maupun perbuatan kita.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *