Yesus Adalah Tuhan (Jelajah PB 339)

Yohanes 8:45-59

Tuhan Yesus menantang orang-orang Yahudi untuk membuktikan bahwa Yesus berbuat dosa. Petrus yang hidup bersama dengan Yesus selama kurang lebih tiga setengah tahun bersaksi bahwa Yesus tidak berbuat dosa dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya (1 Petrus 2:22). Mereka tidak bisa membuktikan bahwa Yesus berdosa. Tetapi mereka telah memilih untuk tidak percaya kepada Yesus. Mereka memilih untuk tidak mencari kebenaran. Mereka memilih untuk menutup telinga dari firman Tuhan. Karena itulah mereka tidak mengerti apa yang Yesus sampaikan karena mereka memang tidak berasal dari Tuhan.

Orang-orang Yahudi menuduh Yesus sebagai orang Samaria dan kerasukan setan. Orang Samaria adalah orang bukan asli keturunan Yahudi, karena sudah bercampur dengan keturunan non-Yahudi. Mereka mau menuduh bahwa memang Maria berbuat zinah dengan orang non-Yahudi. Mereka menuduh Yesus kerasukan setan karena apa yang dikatakan oleh Yesus tidak bisa dimengerti oleh mereka. Mereka tidak mengerti dengan firman yang disampaikan oleh Yesus karena mereka hanya mengerti apa yang duniawi.

Meskipun mereka tidak mengerti apa yang sebenarnya Yesus sampaikan, tetapi Yesus tetap menyampaikan segala sesuatu yang perlu disampaikan. Yesus tahu bahwa apa yang dikatakan pada hari itu akan dicatat di dalam Alkitab. Jika orang Yahudi pada waktu itu tidak mengerti, maka orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus dan nanti membaca Injil ini, mereka akan mengerti. Hari ini, kita sebagai orang percaya akan lebih mudah untuk mengerti apa yang dikatakan oleh Yesus tersebut.

Di dalam pengajaran ini, Yesus menekankan bahwa Dia adalah Tuhan. Dia dan Bapa adalah satu. Yesus mengatakan bahwa baransiapa menuruti firman-Nya, maka ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya. Meskipun orang-orang Yahudi meragukan Yesus sebagai Tuhan, tetapi Yesus tetap mengatakan semuanya itu dengan jelas. Memang pada saat itu umur Tuhan Yesus sebagai manusia belum sampai lima puluh tahun, tetapi Yesus telah melihat Abraham. Yesus sendiri mengatakan bahwa sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Yesus telah ada. Ini adalah pernyataan Yesus yang sangat jelas bahwa Yesus sedang menjelaskan bahwa Dia setara dengan Bapa di sorga.

Pernyataan Yesus “Aku telah ada” dalam bahasa aslinya adalah “ego eimi”. Ego eimi ini sama dengan pernyataan “Aku adalah Aku” di dalam Perjanjian Lama ini diungkapkan oleh Jehova, Bapa di sorga. Yesus sedang memperkenalkan diri bahwa Dia adalah Jehova. Karena pernyataan tersebut, maka orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Dia dengan batu, karena mereka menganggap Yesus sedang menghujat Tuhan (menyamakan diri dengan Tuhan). Yesus menghilang dan meninggalkan Bait Allah.

Apa yang dikatakan oleh Yesus ini adalah hal yang sangat penting. Yesus sedang menyatakan diri sebagai Tuhan. Dia juga yang menciptakan Abraham, sehingga Dia mengatakan bahwa Dia telah ada sebelum Abraham ada. Banyak orang yang tidak mau mengenal-Nya. Karena itu, sebaiknya kita benar-benar mengenal Yesus melalui firman-Nya, supaya kita semakin teguh percaya kepada-Nya.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *