Sudah Selesai (Jelajah PB 387)

Yohanes 19:23-31

Setelah para prajurit menyalibkan Yesus, mereka mengambil pakaian Yesus dan membaginya menjadi empat bagian. Sedangkan jubah ungu yang diberikan oleh Herodes, mereka membuang undi supaya ada salah seorang di antara mereka yang bisa memilikinya. Jubah itu pasti mahal harganya, karena jubah itu tidak berjahit dari atas ke bawah, hanya tenunan saja. Para prajurit sayang untuk membagi jubah itu, karena itulah mereka mengadakan undi. Peristiwa itu menggenapi apa yang ditulis oleh Daud di dalam Mazmur 22, yang ditulis sekitar seribu tahun sebelum peristiwa penyaliban Yesus Kristus.

Di dekat tempat Yesus disalibkan, beberapa perempuan berada di situ. Di ayat tersebut disebutkan, yaitu: ibu Yesus dan saudara dari ibu Yesus, Maria istri Klopas dan Maria Magdalena. Murid yang dikasihi yang disebutkan adalah Yohanes, orang yang menulis injil ini. Di dalam bahasa Indonesia diterjemahkan “ibu”, tetapi di dalam bahasa aslinya seharusnya diterjemahkan perempuan. Jadi Yesus berkata kepada Maria, “Perempuan, inilah, anakmu!” Ketika mengatakan itu, Yesus menunjuk kepada Yohanes, murid yang dikasihi-Nya. Baru kemudian Yesus berkata kepada murid-Nya: “Inilah ibumu!” Yesus ingin mengatakan kepada Maria bahwa mulai saat itu, Maria bukanlah ibu Yesus lagi. Yesus akan segera menyatakan kemuliaan-Nya. Sebagai manusia, Yesus memerlukan ibu untuk melahirkan-Nya menjadi manusia. Sebagai Tuhan, Yesus tidak mempunyai ibu. Karena itu tidak tepat jika ada istilah Bunda Allah, karena pada dasarnya Tuhan tidak mempunyai ibu.

Selama sekitar tiga puluh tiga setengah tahun, Tuhan Yesus menjadi manusia dan dia memerlukan ibu. Tetapi setelah Yesus disalibkan, maka Yesus melakukan serah terima, Maria menjadi ibu Yohanes. Sejak saat itu, murid itu (Yohanes) menerima Maria di dalam rumahnya. Maria diterima oleh Yohanes sebagai ibunya.

Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai. Untuk menggenapkan Mazmur 69:22, Yesus berkata, “Aku haus!” Mendengar perkataan Yesus, para prajurit mencucukkan bunga karang, mencelupkannya dalam anggur asam dan mengunjukkan kepada Yesus. Setelah Yesus meminum anggur asam itu, Yesus kemudian berkata, “Sudah selesai.” Semua yang harus Tuhan Yesus kerjakan di dunia ini sudah selesai. Setelah itu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. Tuhan Yesus telah menanggung dosa seisi dunia, dari dosa Adam dan Hawa sampai dosa manusia terakhir yang ada di bumi ini.

Hari itu adalah hari persiapan Paskah. Kita bisa mengetahui bahwa itu adalah persiapan Sabat Paskah, karena ada keterangan bahwa Sabat itu adalah hari yang besar. Jelas ini bukan Sabat atau hari Sabtu biasa. Sabat Paskah terjadi satu tahun sekali, yaitu tanggal 15 bulan Nisan (Abib). Yesus disalibkan pada tanggal 14 bulan Nisan. Karena itu orang-orang Yahudi datang kepada Pilatus dan meminta supaya kaki orang-orang yang disalibkan itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Jika orang yang disalib tidak mati sampai sore, kakinya harus dipatahkan. Mereka tidak mau mayat tersebut tergantung sampai menjelang hari Paskah. Jika kaki mereka dipatahkan, itu akan mempercepat kematian mereka dan mereka bisa menurunkan mayat-mayat itu sebelum jam enam sore. Bagi orang-orang Yahudi pada saat itu, pergantian hari adalah di jam enam sore. Jika hari itu hari Senin, maka jam enam sore sudah masuk hari Selasa. Pergantian hari mereka tidak sama dengan pergantian hari kita pada saat ini, yang berganti pada jam dua belas malam.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *