Pelayan Tuhan Yang Tulus (Jelajah PB 393)

Yohanes 21:12-15

Tuhan bisa mengumpulkan ikan di suatu tempat dalam danau Tiberias itu. Jika bukan Tuhan yang maha kuasa, tidak akan mungkin bisa melakukan itu. Karena itulah dulu, waktu pertama kali Tuhan Yesus melakukan itu, Simon Petrus tersungkur di depan Yesus dan mengakui diri sebagai orang berdosa, orang yang tidak layak berada di hadapan Tuhan. Pada waktu itu Simon dipanggil oleh Tuhan Yesus menjadi murid-Nya untuk dijadikan sebagai penjala manusia.

Setelah kebangkitan-Nya, Yesus mengulang kembali mujizat tersebut. Setelah itu Yesus mengajak para murid untuk sarapan. Yesus ingin memberikan pengajaran kepada para murid untuk tidak kuatir akan makanan dan minuman. Tuhan telah menyediakannya. Tugas utama mereka bukan lagi menjadi penjala ikan, tetapi mereka seharusnya sudah menjala manusia, atau memberitakan Injil. Tugas mereka adalah menyaksikan apa yang sudah dilihat dan diajarkan oleh Tuhan Yesus. Mereka telah berusaha untuk mendapatkan ikan. Tetapi semalaman mereka berada di danau, mereka tidak mendapatkan apa-apa. Jika Tuhan berkehendak, Tuhan menyediakan kebutuhan materi bagi orang-orang yang melayani Tuhan.

Membaca peristiwa tersebut, kita diingatkan kembali akan prioritas kita sebagai orang percaya, yaitu terlebih dahulu mencari kerajaan Allah dan kebenarannya, maka hal-hal yang lain akan ditambahkan kepada kita. Sebagai orang percaya, sebagai pelayan Tuhan, apakah kita masih takut dan kuatir tentang makanan dan minuman? Bapa di sorga tahu apa yang kita perlukan di dunia ini. Ketika kita melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh dan tulus, maka kita tidak perlu kuatir dengan segala sesuatu yang dicari oleh dunia ini. Percayalah bahwa Tuhan akan mencukupkan dan memperlengkapi. Berharaplah kepada Tuhan, bukan kepada manusia.

Setelah selesai sarapan, Tuhan Yesus bertanya kepada Simon apakah dia mengasihi (agape) Yesus? Simon menjawab bahwa dia mengasihi (phileo) Yesus. Simon tidak berani menjawab dengan kata agape. Kemudian Yesus memberikan perintah kepada Simon Petrus untuk mengembalakan domba-domba Yesus. Jemaat mula-mula sudah ada sejak zaman Yohanes Pembaptis. Yohanes Pembaptis menjadi pemberita Injil yang pertama, karena dia memberitakan tentang kedatangan Sang Juruselamat. Itulah kawanan domba Yesus. Orang-orang yang percaya kepada Injil yang diberitakan itu bertobat dan menyerahkan diri untuk dibaptis. Para rasul pun dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Bahkan salah satu syarat untuk menggantikan posisi Yudas Iskariot adalah rombongan yang mengikuti mereka sejak Yohanes Pembaptis. Simon Petrus dan para rasul mendapatkan tanggung jawab untuk menggembalakan jemaat tersebut.

Tugas orang-orang yang pertama kali dibaptis oleh Yohanes Pembaptis adalah memberitakan Injil kepada orang-orang Yahudi. Mereka memberitakan bahwa Sang Mesias telah datang. Tetapi setelah orang-orang Yahudi yang diwakili oleh pemimpin mereka telah menolak Yesus Kristus sebagai Mesias, maka jemaat ini dialihkan tugasnya untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa di muka bumi. Sebelum Tuhan Yesus kembali ke sorga, Dia menetapkan orang-orang yang nanti akan menggembalakan jemaat yang ada. Tuhan Yesus menginginkan orang yang paling mengasihi-Nya yang akan menggembalakan kawanan domba tersebut. Inilah syarat utama untuk menjadi gembala jemaat, yaitu mengasihi Yesus lebih dari apapun juga.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *