Jelajah PB 365 (Yohanes 14:15-24)

Menuruti segala perintah Tuhan adalah bukti bahwa kita sangat mengasihi Tuhan. Tuhan Yesus meminta kepada Bapa untuk memberikan seorang Penolong yang lain, yang akan menyertai kita untuk selama-lamanya. Penolong yang lain ini adalah Roh Kudus, yaitu Roh Kebenaran. Penolong ini bukanlah seorang nabi yang akan datang. Mungkin kita pernah mendengar orang berkata atau membaca tulisan bahwa Penolong ini adalah seorang nabi yang akan muncul ratusan tahun kemudian. Itu hanyalah sebuah pelesetan kata yang ditranslasikan dari bahasa satu ke bahasa lain yang tidak ada kaitannya. Penolong itu datang bukan ratusan tahun kemudian, tetapi Dia datang pada saat para murid masih hidup pada waktu itu.

Ketika Penolong itu datang, dunia tidak dapat menerima Dia. Dunia tidak bisa melihat Dia karena dia dalam wujud Roh. Penolong ini bukan Pribadi dalam wujud manusia, seperti Yesus. Roh ini akan menyertai orang-orang yang percaya kepada Yesus dan Dia akan diam di dalamnya. Yesus tidak akan meninggalkan para murid begitu saja. Yesus akan datang kembali dalam pribadi Roh Kudus. Inilah gambaran dari Tuhan kita, tiga Pribadi dalam satu kesatuan. Di dalam Filipi 1:19 dikatakan bahwa Roh Kudus juga disebut dengan Roh Yesus Kristus.

Orang yang percaya kepada Yesus akan hidup. Kita akan hidup selama-lamanya bersama dengan Tuhan. Tuhan Yesus kembali mengulang pernyataannya bahwa siapa memegang perintah-Nya dan melakukannya, berarti dialah yang mengasihi Tuhan. Mengasihi Tuhan bukan hanya dengan ucapan atau nyanyian. Mengasihi Tuhan adalah dengan jalan melakukan semua perintah Tuhan. Siapapun yang mau mengasihi Tuhan Yesus, maka dia akan dikasihi oleh Bapa. Bukan hanya itu saja, Yesus juga akan mengasihi dia.

Hanya orang yang tertarik dengan kebenaran yang akan selalu bertanya karena penasaran. Itu yang dilakukan oleh Yudas yang bukan Iskariot. Sedangkan Yudas Iskariot lebih tertarik dengan uang dan hal-hal duniawi, daripada hal-hal yang rohani. Yesus menyatakan diri kepada para murid dan bukan kepada dunia ini, karena itu nanti adalah tugas mereka. Para muridlah yang nanti akan menyatakan diri Yesus kepada dunia. Yesus menggunakan waktu sekitar tiga setengah tahun untuk mengajar para murid.

Mendidik orang adalah pekerjaan yang mulia. Tuhan Yesus mengajar para murid dengan sungguh-sungguh. Seorang guru akan sangat bahagia jika mendapati para murid mau mengikuti gurunya. Tetapi seorang guru akan berdukacita ketika mendapati murid yang sudah diajarnya tidak memiliki perkembangan apa-apa, atau malah justru mengkhianatinya. Murid-murid yang baik adalah murid yang setia, yang mengingat serta melakukan apa yang telah diajarkan oleh gurunya. Di dalam 2 Timotius 3:14, Paulus mengingatkan kepada Timotius supaya tetap berpegang pada kebenaran yang telah diterima dan diyakini, serta selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya.

Tuhan mau membentuk dua belas murid itu supaya mereka mengerti akan setiap pengajaran Yesus. Setelah itu merekalah yang menyaksikan kebenaran itu kepada orang lain. Saat ini berita Injil sudah menyebar ke seluruh dunia. Hanya saja, ada banyak penafsiran yang berbeda-beda. Karena itu diperlukan hikmat dan akal budi, serta tuntunan dari Roh Kudus supaya kita bisa mendapatkan kebenaran firman Tuhan yang semestinya.

Views: 14

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top