Jelajah PB 358 (Yohanes 12:23-33)

Yesus tahu bahwa sudah saatnya untuk Dia dimuliakan, yaitu disalib kemudian dibangkitkan dan menuju kepada kemuliaan sebagaimana Dia sebelum menjadi manusia. Tuhan Yesus menggambarkan bagaimana hidup seorang Juruselamat seperti biji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati, tetapi akhirnya membawa berkat keselamatan bagi banyak orang. Orang-orang yang rela mengorbankan nyawanya juga akan seperti biji gandum itu. Orang-orang itu akan memperoleh kehidupan kembali. Mereka akan memperolehnya dalam hidup yang kekal.

Jika kita membaca sejarah gereja, terutama sejarah dari kaum Anabaptis dan Mennonite, mereka tercatat sebagai kelompok yang begitu setia kepada Tuhan. Mereka sangat teguh berdiri di atas kebenaran firman Tuhan. Banyak diantara mereka dibunuh atau dihukum mati oleh para pemimpin gereja pada waktu itu karena dianggap sebagai bidat atau aliran sesat. Mereka dibakar hidup-hidup, disalibkan, dipancung, juga ditenggelamkan ke sungai. Mereka akhirnya seperti biji gandum yang mati, kemudian apa yang pernah mereka ajarkan bertumbuh dan menjalar ke banyak orang. Mereka bukan hanya mendapatkan kehidupan yang kekal setelah kematian, tetapi orang-orang yang mendengar kebenaran dari mereka akan tahu. Orang-orang yang menyaksikan penganiayaan yang telah mereka alami bisa menjadi saksi bahwa orang-orang tersebut menyatakan kebenaran tanpa menggunakan kekerasan. Orang-orang bisa menyaksikan bahwa mereka berani menukarkan kebenaran itu dengan nyawa mereka.

Karena kesaksian-kesaksian yang seperti itu, maka kekristenan semakin bertumbuh. Orang akan bisa melihat bahwa pengajaran yang benar tidak akan pernah disertai dengan kekerasan. Sedangkan pengajaran yang salah pasti disertai dengan kekerasan. Itu juga yang pernah dilakukan oleh orang-orang Yahudi. Mereka mengaku sebagai keturunan Abraham tetapi tindakan mereka mencerminkan sebagai anak-anak Iblis.

Yesus melanjutkan pengajaran-Nya dan berkata bahwa barangsiapa melayani Yesus, maka dia harus mengikut Yesus. Orang yang siap melayani Yesus, dia akan dihormati oleh Bapa. Ini adalah janji yang sangat indah. Siapakah kita, orang berdosa yang mau melayani Tuhan, tetapi dihormati oleh Bapa. Jika kita memiliki anak yang mau melayani Tuhan, seharusnya kita adalah orang yang sangat berbahagia. Orang yang melayani Tuhan haruslah orang yang terbaik, bukan orang buangan. Yang terbaik harus diberikan kepada Tuhan, bukan yang sisa. Melayani Tuhan dengan sungguh-sungguh, maka kita akan mendapatkan penghormatan dari Bapa.

Selanjutnya Yesus menegaskan bahwa Dia tidak akan pernah lari dari panggilan-Nya. Dia tidak mau menyelamatkan diri sendiri. Dia datang ke dunia untuk menyelamatkan umat manusia. Dia tidak meminta Bapa untuk menyelamatkan diri-Nya. Yesus hanya berkata: “Bapa, muliakanlah nama-Mu!” Penyaliban yang Yesus tanggung bukanlah penghakiman untuk Yesus, tetapi penghakiman untuk dunia ini. Umat manusia di dunia telah melakukan dosa dan kejahatan. Merekalah yang seharusnya mendapatkan hukuman mati. Tetapi karena kasih, Tuhan Yesus menanggung semua itu untuk menggantikan manusia. Setelah Yesus ditinggikan dari bumi, Dia akan menarik semua orang (semua bangsa) untuk datang kepada-Nya. Termasuk kita pada saat ini, kita bukan orang Yahudi, tetapi kita juga mendapatkan keselamatan dari Yesus. Semuanya itu dikatakan oleh Yesus untuk menyatakan bagaimana caranya Ia akan mati.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *