Jelajah PB 346 (Yohanes 10:7-21)

Yesus memperkenalkan diri sebagai pintu. Tidak ada seorang pun yang bisa sampai kepada Bapa kalau tidak melalui Yesus. Semua orang yang datang, yang di luar Yesus Kristus adalah pencuri dan perampok. Barangsiapa masuk melalui Yesus Kristus, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri hanya datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Tuhan Yesus datang supaya orang-orang yang percaya kepada-Nya memiliki hidup dalam segala kelimpahan. Ini adalah jaminan yang diberikan oleh Yesus kepada orang-orang yang percaya kepada-Nya.

Salah satu standar gembala yang baik adalah memberikan nyawanya bagi domba-dombanya. Itulah yang sudah dilakukan oleh Yesus bagi umat manusia di dunia ini. Yesus membandingkan diri-Nya dengan gembala upahan. Gembala upahan akan melarikan diri jika ada masalah yang mengancam keselamatan gembala tersebut. Gembala upahan tidak akan melindungi domba-dombanya. DIa akan lebih memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri. Dia tidak ada keinginan untuk melindungi domba-domba yang sedang digembalakannya.

Gembala yang baik pada hari-hari ini seharusnya memberikan pengajaran yang sehat kepada para dombanya. Pengajaran yang benar akan menjadi gada atau tongkat yang akan melindungi para domba dari serigala-serigala yang menyerang dan menyesatkan. Alkitab itulah gada dan tongkat yang diberikan oleh Gembala Agung kepada kita. Dengan tongkat kita menolong domba, dengan gada kita menghalau serigala yang menyesatkan domba. Pengajaran yang sehat dan kuat itulah yang menjadi padang yang berumput hijau bagi para domba.

Bapa mengenal Tuhan Yesus dan Yesus juga mengenal Bapa. Yesus sudah membuktikan diri bahwa Dia telah memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya. Ada juga domba-domba lain yang bukan dari kandang itu. Domba-domba itu juga akan dituntun oleh Yesus dan mereka akan mendengar suara Yesus. Mereka akan dijadikan satu kawanan dengan satu gembala. Hal tersebut bisa diartikan dua hal: bisa diartikan sebagai domba Yahudi dan non-Yahudi, bisa juga diartikan sebagai domba Perjanjian Lama dan domba Perjanjian Baru. Tuhan Yesus memberi kesempatan bagi domba-domba lain non-Yahudi atau domba Perjanjian Baru untuk masuk dalam satu kawanan dan Yesus sebagai Gembalanya.

Tuhan Yesus sudah menyerahkan nyawa-Nya, tetapi Dia akan menerima-Nya kembali. Tugas Yesus adalah menyerahkan nyawa-Nya. Tuhan Yesus disalibkan bukan karena kalah. Dia sengaja menyerahkan nyawa-Nya untuk kita. Setelah itu Ia mengambil-Nya kembali, sehingga Dia bangkit dari antara orang mati. Itu adalah tugas yang diterima dari Bapa.

Karena perkataan dan pengajaran Yesus tersebut, terjadilah pertentangan di antara orang-orang Yahudi. Ada yang mengatakan bahwa Yesus sedang kerasukan setan dan gila. Mereka mengatakan seperti itu karena mereka tidak tahu apa maksud dari perkataan Yesus tersebut. Mungkin juga mereka sedang mencibir Tuhan Yesus, karena mereka merasa tersindir. Seharusnya merekalah yang menjadi gembala bagi orang-orang Yahudi pada saat itu, tetapi ternyata mereka hanyalah gembala upahan. Tetapi di pihak lain, ada juga orang-orang yang mengatakan bahwa Yesus tidak sedang kerasukan setan, karena orang yang kerasukan setan tidak akan mungkin bisa menyembuhkan orang yang buta.

Views: 9

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top