Jelajah PB 334 (Yohanes 7:36-44)

Ada perbedaan berpikir antara Yesus dengan orang-orang Yahudi, antara pembicaraan rohani dengan pembicaraan jasmani. Manusia rohani seperti Yesus selalu berbicara tentang hal-hal rohani dan manusia duniawi tidak bisa dengan mudah mengerti apa yang Tuhan Yesus maksudkan. Di dalam 1 Korintus 2:15 dikatakan, “Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.” Manusia duniawi tidak mempunyai kemampuan untuk menilai manusia rohani. Seharusnya manusia duniawi mengarahkan pikiran untuk kebenaran, sehingga mereka bisa menjadi bagian dari manusia rohani. Mereka harus bisa mengendalikan diri, sehingga yang dilakukan adalah untuk mengejar kebenaran. Dengan demikian, Tuhan akan menuntun mereka kepada kebenaran.

Pada hari terakhir, pada puncak perayaan Pondok Daun, Tuhan Yesus berdiri dan berseru supaya siapapun yang haus supaya datang kepada-Nya dan minum. Ini adalah panggilan dari Tuhan kepada semua orang yang ada di sana untuk datang kepada Tuhan. Barangsiapa percaya kepada Tuhan, maka dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup. Mungkin pada waktu itu mereka belum bisa mengerti dengan baik perkataan ini. Tetapi hari ini, terutama bagi orang-orang yang sudah percaya kepada Yesus Kristus, yang sudah bertobat dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, perkataan ini adalah kebenaran. Setelah Roh Kudus turun ke dunia, setiap orang yang percaya kepada Yesus Kristus, akan menerima Roh Kudus di dalam hidupnya.

Setelah Roh Kudus turun pada hari Pentakosta, pembaptisan Roh Kudus pertama kali terjadi di Yerusalem. Setelah peristiwa itu, jika ada orang Yerusalem yang percaya kepada Yesus, maka Roh Kudus akan memateraikan mereka. Roh Kudus akan tetap tinggal di dalam hati mereka, tidak keluar masuk atau Roh Kudus dicurahkan secara berulang-ulang. Roh Kudus dicurahkan satu kali di Yerusalem, satu kali di Samaria, satu kali di Kaisarea (ibu kota Yudea) dan satu kali di Efesus (di luar wilayah Yahudi). Hal ini sesuai dengan tahapan yang Tuhan Yesus sebutkan, yaitu menjadi saksi mulai dari Yerusalem, Yudea, Samaria, sampai ke ujung bumi. Siapapun percaya dan datang kepada Yesus, maka dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup.

Pada saat itu terjadi kekacauan karena pertentangan terhadap diri Yesus. Di antara orang banyak yang mendengar perkataan Yesus ada yang berkata bahwa Yesus adalah nabi yang telah dinubuatkan akan datang. Yang lain berkata bahwa Dia adalah Mesias. Yang lain lagi tidak setuju bahwa Dia adalah Mesias, karena Mesias tidak akan pernah datang dari Galilea. Mereka tahu bahwa Kitab Suci sendiri mengatakan bahwa Mesias berasal dari keturunan Daud dan dari kampung Betlehem, tempat Daud dahulu tinggal. Mereka tidak menyadari bahwa Yesus lahir di Betlehem. Karena Yesus pernah dilarikan ke Mesir, lalu memiliki masa kecil di Nazaret dan tinggal di Kapernaum. Sepertinya memang tidak ada yang menyadari bahwa Yesus berasal dari Betlehem.

Mereka memahami Kitab Suci tidak keseluruhan. Karena itu mereka susah untuk menyimpulkan siapa sebenarnya Yesus ini. Demikian juga dengan saat ini. Ketika kita mempelajari Alkitab secara sepotong-sepotong dan tidak menyeluruh atau berkesinambungan, maka kita juga bisa terjebak pada pemahaman yang salah. Hal itu menjadi salah satu penyebab munculnya berbagai macam pengajaran di dunia ini, meskipun Alkitab yang dipakai adalah sama. Pengajaran yang berbeda akan membawa pertentangan satu dengan yang lain. Itu sudah terjadi selama berabad-abad.

Jika saudara diberkati, silahkan bagikan:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *