Pentateuch

Keistimewaan Tabut Perjanjian (Jelajah PL 372)

Keluaran 37:1-9 Di pasal ini dijelaskan mengenai pembuatan tabut. Orang yang membuat tabut perjanjian ini sudah diperlengkapi dengan keahlian oleh Tuhan. Setiap kita bisa melakukan banyak hal bagi Tuhan. Meskipun mungkin kita tidak diperlengkapi dengan keahlian khusus, tetapi kita masih bisa melakukan hal-hal yang sederhana. Kita juga diingatkan dengan seorang anak yang hanya memiliki lima […]

Keistimewaan Tabut Perjanjian (Jelajah PL 372) Read More »

Gedung Gereja (Jelajah PL 371)

Keluaran 36:8-38 Kemah dan Bait Suci adalah simbol kehadiran Tuhan di Perjanjian Lama. Jika seseorang ingin menghadap Tuhan, menyembah Tuhan dan mempersembahkan korban, mereka harus datang ke Kemah atau Bait Suci itu. Tetapi di dalam Perjanjian Baru, yang menjadi Bait Suci adalah diri dari tiap-tiap orang percaya. Ketika seseorang bertobat dan percaya kepada Yesus Kristus,

Gedung Gereja (Jelajah PL 371) Read More »

Kemah dan Bait Suci (Jelajah PL 370)

Keluaran 36:8-38 Kemah Suci mulai dibuat, dilakukan oleh orang-orang Israel yang diberi keahlian serta memiliki hati untuk melayani Tuhan. Semua yang disampaikan oleh Tuhan dikerjakan dengan sangat detail. Kita bisa membaca detailnya di pasal ini, karena penjelasan yang disampaikan ini sangat teknis yang harus dikerjakan para ahli. Kemah Suci ini dibuat sedemikian rupa, supaya mudah

Kemah dan Bait Suci (Jelajah PL 370) Read More »

Keahlian Bagi Tuhan (Jelajah PL 369)

Keluaran 35:30-36:7 Selain barang-barang berharga, orang Israel juga ada yang mempersembahkan keahlian mereka. Ada perempuan-perempuan yang memiliki kemampuan untuk memintal dan membuat kain. Ada orang-orang yang diberi kemampuan merancang dan membuat segala sesuatu yang diperlukan. Artinya, setiap orang diberi kemampuan khusus, untuk diberikan dan dipersembahkan kepada Tuhan. Seandainya kita tidak memiliki uang atau keahlian yang

Keahlian Bagi Tuhan (Jelajah PL 369) Read More »

Terdorong Hatinya (Jelajah PL 368)

Keluaran 35:5-29 Semua persembahan itu harus ditujukan kepada Tuhan dan diperuntukkan bagi suku Lewi. Demikian juga suku Lewi memberikan persembahan persepuluhan ditujukan kepada Tuhan dan diperuntukkan bagi para imam. Pada prinsipnya, semua persembahan harus ditujukan kepada Tuhan. Semua harta yang ada pada kita adalah milik Tuhan. Setelah para umat memberikan persembahan kepada Tuhan, maka Tuhanlah

Terdorong Hatinya (Jelajah PL 368) Read More »

Scroll to Top