Pentateuch

Menentang Tuhan (Jelajah PL 427)

Imamat 18:1-11 Di pasal ini, Tuhan kembali menyampaikan firman dan peraturan kepada bangsa Israel melalui Musa. Musa menjadi perantara bagi bangsa Israel untuk mendapatkan firman dari Tuhan. Karena itu, kita bisa menyimpulkan bahwa kelima kitab pertama ini benar ditulis oleh Musa. Ketika Tuhan berbicara kepada Musa, Ia seringkali memperkenalkan diri, “Akulah Tuhan Allahmu.” Artinya, pesan […]

Menentang Tuhan (Jelajah PL 427) Read More »

Kembali ke Yerusalem (Jelajah PL 426)

Imamat 17:6-16 Alasan kedua bahwa aturan dan perintah ini diberikan oleh Tuhan adalah untuk menghindarkan orang Israel kembali terjebak dalam penyembahan berhala. Jika setiap orang Israel diperbolehkan untuk mempersembahkan korban di tempat masing-masing, akan ada potensi besar mereka jatuh pada penyembahan berhala. Mereka bisa saja menggunakan cara-cara sendiri dan tidak ada orang lain yang mengingatkannya.

Kembali ke Yerusalem (Jelajah PL 426) Read More »

Motivasi Saja Tidak Cukup (Jelajah PL 425)

Imamat 17:1-5 Tuhan memberi petunjuk tentang perbedaan antara bangsa Israel dengan bangsa-bangsa lain sezamannya. Bangsa-bangsa lain telah mendirikan berbagai tempat pemujaan ilah mereka. Tempat pemujaan itu tersebar di berbagai tempat. Tuhan melarang kebiasaan seperti itu, bagi bangsa Israel. Jika orang Israel ingin mempersembahkan korban persembahan kepada Tuhan, mereka harus mempersembahkannya di suatu tempat. Tempat itu

Motivasi Saja Tidak Cukup (Jelajah PL 425) Read More »

Yom Kippur (Jelajah PL 424)

Imamat 16:23-34 Di dalam puncak penggambaran karya penyelamatan Yesus Kristus ini, hanya imam besar sendiri yang melakukannya. Tidak ada orang lain yang diperbolehkan untuk membantunya. Hal ini menggambarkan tentang Yesus Kristus sendirilah yang mengerjakan karya keselamatan itu. Tidak ada yang membantu Dia karena memang tidak ada yang bisa membantu-Nya. Yesus menjadi satu-satunya Juruselamat. Ia menjadi

Yom Kippur (Jelajah PL 424) Read More »

Kambing Bagi Azazel (Jelajah PL 423)

Imamat 16:15-22 Setelah mengadakan pendamaian bagi diri sendiri, maka tugas imam besar selanjutnya adalah mendamaikan dosa Israel. Pendamaian dalam bahasa Ibrani bisa berarti menutupi. Pendamaian terjadi ketika dosa seseorang ditutupi, sehingga dosa itu tidak terlihat lagi. Dosa itu telah diselesaikan dengan cara pendamaian. Bagi imam besar manusia, terjadi dua tahap pendamaian. Bagi Imam Besar Yesus

Kambing Bagi Azazel (Jelajah PL 423) Read More »

Scroll to Top