03 Imamat

Roti Tidak Beragi (Jelajah PL 445)

Imamat 23:3-8 Mengenai hari Sabat, pengajaran rohani yang Tuhan inginkan adalah bahwa Sabat ini merupakan saat ketika manusia menghentikan semua kegiatan dan pekerjaannya, lalu berpaling kembali kepada Tuhan. Pada prinsipnya, manusia memiliki pemikiran yang sangat duniawi. Manusia harus memenuhi keperluannya untuk makan dan hidup. Karena itu, ada kecenderungan bagi manusia untuk mementingkan hal-hal yang duniawi […]

Roti Tidak Beragi (Jelajah PL 445) Read More »

Hari Sabat (Jelajah PL 444)

Imamat 23:1-3 Pasal ini akan berbicara tentang berbagai macam hari-hari raya yang ditetapkan oleh Tuhan bagi bangsa Israel. Waktu perayaan ini merupakan hari sukacita, hari ketika orang Israel memperingati dan merayakan sesuatu. Akan ada tujuh hari raya yang akan dibahas di pasal ini. Hari raya ini tidak termasuk hari Sabat, karena sebenarnya hari Sabat bukan

Hari Sabat (Jelajah PL 444) Read More »

Melakukan Perintah Tuhan (Jelajah PL 443)

Imamat 22:26-33 Tuhan menginginkan bangsa Israel mempersembahkan yang terbaik dari kepunyaan mereka. Tidak boleh ada cacat cela dari setiap korban yang dipersembahkan kepada Tuhan. Hal ini juga menggambarkan Yesus Kristus yang tidak bercacat cela. Seharusnya, segala sesuatu yang terbaik, itulah yang dipersembahkan kepada Tuhan. Bukan sisa-sisa yang dipersembahkan kepada Tuhan, karena sejatinya Tuhan sudah memberikan

Melakukan Perintah Tuhan (Jelajah PL 443) Read More »

Menegor Yang Salah (Jelajah PL 442)

Imamat 22:14-25 Selain ada gereja yang mengikat orang yang belum percaya untuk melayani, ada juga gereja yang mengikat jemaatnya dengan jabatan tertentu. Misalnya, ada anggota jemaat yang kaya, maka gereja mengikat dia dengan jabatan pengurus gereja. Bisa saja hal ini terjadi, bahkan mungkin sudah lazim. Jika orang tersebut memang memiliki kualifikasi yang sesuai untuk pelayanan,

Menegor Yang Salah (Jelajah PL 442) Read More »

Melayani Tuhan (Jelajah PL 441)

Imamat 22:4-13 Imam tidak boleh melaksanakan tugasnya dalam keadaan najis. Najis di pasal ini dijelaskan seperti: penyakit kusta, ada lelehan, atau kena kepada orang lain yang najis. Hal ini mengingatkan kita juga bahwa ketika kita hendak melayani Tuhan, maka kita harus dalam keadaan murni. Melayani Tuhan bukanlah hal yang sepele. Jangan melayani Tuhan tetapi di

Melayani Tuhan (Jelajah PL 441) Read More »

Scroll to Top