02 Keluaran

Meminta Izin Kepada Firaun (Jelajah PL 229)

Keluaran 3:15-18 Tuhan menjelaskan semua rencana-Nya kepada Musa, mengenai pembebasan bangsa Israel dari perbudakan di tanah Mesir. Musa harus segera kembali ke Mesir dan mengumpulkan para tua-tua Israel. Berkali-kali di dalam Alktitab, Tuhan menyatakan sebagai Allah Abraham, Ishak dan Yakub. Tuhan tidak pernah melupakan tiga tokoh iman itu, serta tidak lupa dengan janji yang telah […]

Meminta Izin Kepada Firaun (Jelajah PL 229) Read More »

Nama Tuhan (Jelajah PL 228)

Keluaran 3:14 Tuhan yang memperkenalkan Diri sebagai “Aku Adalah Aku” adalah Tuhan yang tetap sama dan tidak berubah. Tuhan yang menciptakan Adam di awal mula penciptaan, sama dengan Tuhan yang ada sampai saat ini. Ia ada untuk selama-lamanya. Manusia tidak demikian, karena akan mengalami pertumbuhan serta perubahan. Karena itu manusia tidak bisa mengatakan “aku adalah

Nama Tuhan (Jelajah PL 228) Read More »

Aku Adalah Aku (Jelajah PL 227)

Keluaran 3:12-14 Ketika Tuhan menyertai Musa, Tuhan memberikan tanda. Tanda itu tidak langsung diberikan pada saat itu. Tetapi Tuhan berjanji kepada Musa, “Apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan berbakti kepada Allah di gunung ini.” Tanda yang diberikan Tuhan ini memerlukan iman. Tanda itu akan diperlihatkan, ketika Musa telah berhasil

Aku Adalah Aku (Jelajah PL 227) Read More »

Siapakah Aku Ini? (Jelajah PL 226)

Keluaran 3:8-12 Waktu Tuhan bagi keluarnya bangsa Israel dari tanah Mesir menuju tanah Kanaan juga berhubungan dengan Kejadian 15:16, yang mengatakan: “Tetapi keturunan yang keempat akan kembali ke sini, sebab sebelum itu kedurjanaan orang Amori itu belum genap.” Tuhan menunggu sampai kejahatan orang-orang Kanaan penuh, karena mereka memilih untuk tetap berbuat jahat. Tuhan memakai bangsa

Siapakah Aku Ini? (Jelajah PL 226) Read More »

Tuhan Itu Kudus (Jelajah PL 225)

Keluaran 3:3-7 Malaikat Tuhan menampakkan diri dalam semak duri yang terbakar. Hal ini memang aneh, tetapi nyata. Ketika melihat hal itu, Musa juga terheran-heran. Karena itu Musa memutuskan untuk melihat penglihatan yang hebat itu. Ini benar-benar mujizat dan bukan fatamorgana. Musa sudah berada di daerah itu selama empat puluh tahun. Dia akan bisa dengan mudah

Tuhan Itu Kudus (Jelajah PL 225) Read More »

Scroll to Top