02 Keluaran

Air Menjadi Darah (Jelajah PL 244)

Keluaran 7:14-25 Firaun telah mengeraskan hatinya, sehingga Tuhan memulai tulah-tulah yang akan diturunkan. Tulah-tulah yang diturunkan ini adalah peperangan antara Tuhan melawan dewa-dewi Mesir. Firaun dengan sombongnya menantang Tuhan dan merasa tidak kenal dengan Tuhan yang disembah oleh orang Israel. Firaun kenal dengan dewa-dewi Mesir, tetapi Firaun tidak mau kenal dengan Tuhan yang disembah oleh […]

Air Menjadi Darah (Jelajah PL 244) Read More »

Mujizat dan Pewahyuan (Jelajah PL 243)

Keluaran 7:11-12 Mengenai mujizat, sebagai orang percaya kita perlu mengerti hal ini dengan sebaik-baiknya. Yesus sendiri sudah mengatakan bahkan dengan ungkapan “Camkanlah, aku sudah mengatakannya terlebih dahulu kepadamu.” (Matius 24:25). Artinya hal ini sangat penting, karena mujizat-mujizat yang terjadi pada saat ini berpotensi untuk menyesatkan bukan hanya orang-orang biasa, tetapi orang-orang pilihan juga. Memang tidak

Mujizat dan Pewahyuan (Jelajah PL 243) Read More »

Mujizat Palsu (Jelajah PL 242)

Keluaran 7:11-12 Yanes dan Yambres jelas dari Iblis dan kita bisa membedakan dengan sangat mudah. Yang sulit untuk dibedakan dan disadari oleh banyak orang hari ini adalah ketika ada orang yang melakukan mujizat dengan nama Yesus. Orang-orang yang melakukan itu di akhir zaman tidak sedikit, tetapi banyak orang. Mereka sudah melakukan banyak mujizat, tetapi justru

Mujizat Palsu (Jelajah PL 242) Read More »

Iblis Membuat Mujizat (Jelajah PL 241)

Keluaran 7:8-13 Firaun memang memerlukan tanda, bahwa Musa dan Harun memang utusan Tuhan dan pemimpin bagi Israel. Karena itu, Tuhan sudah menyiapkan Musa dan Harun, supaya bisa memperlihatkan tanda dan mujizat. Hari ini, setiap orang yang ingin melayani Tuhan, Tuhan akan menyediakan yang diperlukan dan memperlengkapi dengan hal-hal yang diperlukan. Tuhan mengetahui semua hambatan dan

Iblis Membuat Mujizat (Jelajah PL 241) Read More »

Waktu Tuhan (Jelajah PL 240)

Keluaran 7:4-7 Mengenai kekerasan hati Firaun, pada saat tulah-tulah pertama diturunkan, Firaun mengeraskan hatinya terus. Firaun memang dari awal memiliki keputusan untuk mengeraskan hatinya sendiri. Sampai di tulah-tulah akhir, barulah Tuhan mengeraskan hati Firaun, karena memang hati Firaun tidak mau berubah. Cara Tuhan mengeraskan hati Firaun adalah membiarkannya, mengikuti kehendaknya sendiri. Ketika sudah sampai pada

Waktu Tuhan (Jelajah PL 240) Read More »

Scroll to Top