Surat Paulus

Paulus Mengucapkan Salam (Jelajah PB 586)

Roma 16:1-6 Jemaat di Roma terbentuk dari orang-orang Kristen yang berasal dari Asia dan Yunani yang pergi ke Roma karena mereka mendapatkan tekanan di daerah masing-masing. Salah satunya adalah pasangan Priskila dan Akwila, yang berasal dari Korintus. Paulus menulis kitab ini di Korintus, sehingga dia juga menyampaikan salam kepada orang-orang yang dikenalnya yang pada saat […]

Paulus Mengucapkan Salam (Jelajah PB 586) Read More »

Timbal Balik (Jelajah PB 585)

Roma 15:22-33 Paulus sangat sibuk memberitakan Injil ke berbagai macam daerah, sehingga dia selalu terhalang untuk berkunjung ke jemaat di Roma. Dalam perjalanan menuju ke Spanyol, Paulus ingin singgah di Roma. Paulus sangat rindu bertemu dengan jemaat di Roma. Paulus ingin sekali membagikan berkat rohani kepada jemaat di Roma. Surat Roma ini ditulis oleh Paulus

Timbal Balik (Jelajah PB 585) Read More »

Pemberitaan Injil Paulus (Jelajah PB 584)

Roma 15:15-21 Melalui tulisannya, Paulus berharap bahwa bangsa-bangsa non-Yahudi akan semakin baik secara karakter, disucikan oleh Roh Kudus. Tugas utama dari Paulus adalah memimpin bangsa-bangsa non-Yahudi supaya mereka hidup dalam ketaatan di dalam Tuhan. Tidak ada orang Kristen yang tidak taat, kemudian ia bisa berkenan dihadapan Tuhan. Pengajaran yang benar akan membawa jemaat pada kehidupan

Pemberitaan Injil Paulus (Jelajah PB 584) Read More »

Saling Menasihati (Jelajah PB 583)

Roma 15:6-14 Kerukunan dan keharmonisan jemaat sangat penting, sesuai dengan kehendak Kristus Yesus. Untuk mencapai keharmonisan tersebut, Paulus menyarankan supaya tidak ada anggota jemaat yang egois. Setiap anggota jemaat harus terus belajar menjadi dewasa, sehingga bisa mengendalikan dirinya dengan lebih baik. Dengan cara demikian, maka kita bisa membimbing jemaat-jemaat yang baru saja bertobat dan bergabung

Saling Menasihati (Jelajah PB 583) Read More »

Rukun Dalam Jemaat (Jelajah PB 582)

Roma 15:1-5 Paulus memberi pengajaran mengenai cara membuat keharmonisan di dalam hubungan kejemaatan. Hal ini diajarkan supaya jemaat memiliki kesatuan hati dalam pengajaran dan pikiran, sehingga bisa berfungsi dengan baik sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran. Hal itu diperlukan supaya jemaat memiliki kesaksian yang baik, terutama di sekitar jemaat tersebut. Jika jemaat sendiri tidak harmonis,

Rukun Dalam Jemaat (Jelajah PB 582) Read More »

Scroll to Top