Surat Paulus

Keseimbangan Berkat (Jelajah PB 686)

2 Korintus 8:11-15 Rasul Paulus memberi nasihat kepada jemaat di Korintus supaya memberikan persembahan atau sumbangan sepadan dengan kerelaan hati mereka, serta melakukan sesuai dengan apa yang ada pada mereka. Jangan sampai mereka memberi sumbangan yang bukan miliknya. Jangan sampai mereka memberikan sumbangan dengan cara berhutang. Pemberian itu akan diterima jika diberikan dengan rela hati […]

Keseimbangan Berkat (Jelajah PB 686) Read More »

Menguji Keikhlasan Hati (Jelajah PB 685)

2 Korintus 8:8-10 Paulus sengaja memberikan pembanding bagi jemaat Korintus, dengan menyaksikan hal yang telah dilakukan oleh jemaat di Makedonia dalam memberikan bantuan kepada jemaat di Yerusalem dan sekitarnya. Dengan perbandingan ini, Paulus ingin menguji keikhlasan jemaat di Korintus. Paulus sengaja tidak memberikan perintah kepada jemaat di Korintus untuk ambil bagian dalam pemberian bantuan tersebut.

Menguji Keikhlasan Hati (Jelajah PB 685) Read More »

Kaya Dalam Pelayanan Kasih (Jelajah PB 684)

2 Korintus 8:1-7 Pada pasal ini, Paulus menjelaskan mengenai masalah pemberian bantuan kepada jemaat-jemaat yang berada di daerah Palestina yang sedang mengalami kelaparan. Pada saat itu, jemaat-jemaat di Yerusalem dan sekitarnya sedang mengalami penganiayaan yang hebat, karena mereka diancam oleh para imam Yahudi dan para ahli Taurat yang tidak suka dengan pemberitaan Injil Yesus Kristus.

Kaya Dalam Pelayanan Kasih (Jelajah PB 684) Read More »

Bersukacita Karena Pertobatan (Jelajah PB 683)

2 Korintus 7:8-16 Paulus sadar bahwa suratnya yang pertama kepada jemaat di Korintus sangat keras dan mungkin telah menyakiti atau menyedihkan hati beberapa jemaat di sana. Meski demikian, Paulus tidak menyesal. Paulus mengakui bahwa memang dia pernah menyesal telah menuliskan surat itu, karena memang surat itu sangat keras dan menyakitkan. Tetapi ketika Paulus mendapatkan kabar

Bersukacita Karena Pertobatan (Jelajah PB 683) Read More »

Penghiburan Bagi Paulus (Jelajah PB 682)

2 Korintus 7:5-7 Ketika Paulus tiba di Makedonia, dia tidak merasakan tenang dalam tubuhnya. Di manapun juga Paulus selalu mengalami kesusahan. Dari luar terjadi pertengkaran sedangkan dari dalam terjadi ketakutan. Dari sini kita bisa melihat bahwa dari awal mula kekristenan, penggembalaan jemaat itu memang tidak mudah. Ketika memberitakan Injil, pasti akan menghadapi tantangan, terutama dari

Penghiburan Bagi Paulus (Jelajah PB 682) Read More »

Scroll to Top