Surat Paulus

Peperangan Rohani (Jelajah PB 766)

Efesus 6:11-13 Kita perlu berhati-hati dengan tipu muslihat Iblis. Biasanya kita akan terlambat menyadari bahwa diri kita sedang tertipu. Kita diperdaya dan dipengaruhi oleh hal-hal yang tidak sesuai dengan sebenarnya. Karena itu, supaya kita jauh dari tipu daya Iblis, maka kita perlu mempergunakan akal sehat dengan baik, ditunjang dengan pengertian akan kebenaran firman Tuhan. Salah […]

Peperangan Rohani (Jelajah PB 766) Read More »

Dasar Yang Kokoh (Jelajah PB 765)

Efesus 6:5-11 Pada saat surat ini ditulis, masih ada praktik perhambaan. Jika ayat ini digunakan di masa sekarang, bisa disamakan hubungan antara karyawan dengan pemberi kerja. Jika saat ini kita menjadi karyawan atau pekerja, maka yang harus kita lakukan adalah mentaati tuan kita atau pemberi kerja. Kita diperintahkan untuk taat dengan takut dan gentar, serta

Dasar Yang Kokoh (Jelajah PB 765) Read More »

Taat dan Hormat Kepada Orang Tua (Jelajah PB 764)

Efesus 6:1-4 Selain mengatur hubungan antara suami istri, juga diatur mengenai hubungan antara anak dan orang tua. Anak-anak harus taat kepada orang tua, karena memang seharusnya demikian. Sedangkan orang tua pasti mengasihi anaknya. Jika ada orang tua yang tidak mengasihi anaknya, biasanya karena telah terjadi penyimpangan. Anak-anak harus menghormati ayah dan ibunya. Ketika seorang anak

Taat dan Hormat Kepada Orang Tua (Jelajah PB 764) Read More »

Aturan Inti Rumah Tangga (Jelajah PB 763)

Efesus 5:25-33 Aturan yang Tuhan berikan untuk kehidupan rumah tangga bukan hanya istri yang tunduk kepada suami, tetapi suami juga harus mengasihi istri. Inilah inti dari aturan rumah tangga. Tuhan yang paling tahu terhadap manusia, karena Ia yang telah menciptakan manusia. Tuhan yang paling tahu tentang hubungan suami istri, karena Ia yang telah menciptakan manusia

Aturan Inti Rumah Tangga (Jelajah PB 763) Read More »

Musik dan Rumah Tangga (Jelajah PB 762)

Efesus 5:17-24 Kita selalu dinasihatkan supaya tidak menjadi bodoh. Orang yang percaya Tuhan seharusnya menjadi orang yang pintar dan penuh dengan pengertian terhadap kehendak Tuhan. Kita tidak diperbolehkan mabuk, oleh anggur maupun oleh hal-hal lain yang memabukkan. Kemabukan itu menimbulkan hawa nafsu. Hal itu menjurus kepada hal-hal cemar. Hendaklah kita penuh dengan Roh. Penuh dengan

Musik dan Rumah Tangga (Jelajah PB 762) Read More »

Scroll to Top