Jelajah PB

Menyampaikan Firman Dengan Tulus (Jelajah PB 664)

2 Korintus 2:12-17 Ketika Paulus dalam perjalanan dan tiba di Troas untuk memberitakan Injil, ternyata Tuhan membuka jalan untuk pelayanan di tempat itu. Tetapi ternyata Paulus tidak mendapati Titus berada di situ, sehingga hati Paulus tidak tenang. Karena itu Paulus hanya melewati Troas dan pergi menuju ke Makedonia. Paulus sebenarnya ingin mendengar kabar dari Titus […]

Menyampaikan Firman Dengan Tulus (Jelajah PB 664) Read More »

Keputusan Jemaat (Jelajah PB 663)

2 Korintus 2:8-11 Sepertinya telah terjadi pendisiplinan jemaat yang cukup keras dan serius, setelah jemaat di Korintus menerima surat Paulus yang pertama. Beberapa dari anggota jemaat di Korintus yang tidak beres dalam beberapa hal, mereka mendapatkan tegoran dari sebagian besar anggota jemaat. Orang-orang yang mendapatkan tegoran itu ternyata bertobat, sehingga Paulus memberitahu jemaat di Korintus

Keputusan Jemaat (Jelajah PB 663) Read More »

Datang Dengan Sukacita (Jelajah PB 662)

2 Korintus 2:1-7 Paulus mengambil keputusan di dalam hatinya bahwa dia tidak akan datang ke Korintus dalam kondisi berdukacita. Paulus ingin supaya jemaat Korintus sudah berubah, karena Paulus sudah memberitahu apa yang harus mereka lakukan di dalam suratnya yang pertama. Jika Paulus datang ke Korintus dan ternyata jemaat belum berubah, maka itu akan mendukakan hatinya.

Datang Dengan Sukacita (Jelajah PB 662) Read More »

Yang Diurapi (Jelajah PB 661)

2 Korintus 1:22-24 Kita diurapi oleh Roh Kudus pada saat kita percaya kepada Yesus Kristus. Pada saat itulah Roh Kudus masuk ke dalam hati kita. Pada saat itulah kita dimeteraikan oleh Roh Kudus. Jadi, pengurapan Roh Kudus itu tidak terjadi berulang kali dan tidak perlu ada orang lain yang harus mengurapi kita. Pengurapan Roh Kudus

Yang Diurapi (Jelajah PB 661) Read More »

Janji Yang Pasti (Jelajah PB 660)

2 Korintus 1:17-22 Dalam pelayanannya, Paulus selalu memiliki perencanaan yang matang. Tetapi perencanaan itu juga dilakukan atas seizin Tuhan, artinya Paulus juga mendoakan rencananya dalam perjalanan pelayanan pemberitaan Injil. Paulus tidak melakukan pelayanan dengan serampangan. Setelah melihat segala sesuatu dan situasi, Paulus membuat rencana. Tetapi rencana Paulus bisa berubah sewaktu-waktu, sesuai dengan situasi, terutama situasi

Janji Yang Pasti (Jelajah PB 660) Read More »

Scroll to Top