Jelajah PB

Imam Yang Sempurna (Jelajah PB 919)

Ibrani 5:4-7 Pada waktu itu, imam ditetapkan oleh Tuhan. Posisi imam bukanlah hasil usaha seseorang, tetapi ketetapan Tuhan. Hal itu juga terjadi pada Harun, sebagai imam besar pertama kali yang ditetapkan dan dipilih oleh Tuhan. Pada waktu itu bahkan banyak yang protes, ketika Harun ditetapkan sebagai imam. Orang-orang mencari bukti, dengan mengumpulkan tongkat. Tongkat seseorang […]

Imam Yang Sempurna (Jelajah PB 919) Read More »

Posisi Imam (Jelajah PB 918)

Ibrani 5:1-3 Fungsi imam adalah menjadi perantara antara Tuhan dengan manusia, untuk menanamkan pengajaran di Perjanjian Lama bahwa Tuhan itu maha kudus dan tidak bisa ditemui oleh manusia yang berdosa. Karena itulah Tuhan menetapkan jabatan imam ini sebagai perantara. Pada waktu itu dibuatlah kemah pertemuan, lalu disempurnakan menjadi Bait Allah. Ada tirai yang memisahkan antara

Posisi Imam (Jelajah PB 918) Read More »

Kasih Karunia Tuhan (Jelajah PB 917)

Ibrani 4:13-16 Yang memiliki kewajiban untuk memberi pertanggungjawaban kepada Tuhan adalah ciptaan-Nya yang diberi akal budi, hati nurani dan kehendak bebas. Makhluk itu adalah malaikat dan manusia. Tetapi dalam Alkitab, fokus pertanggungjawaban adalah dari manusia. Tuhan telah memberikan kehendak bebas kepada manusia, sehingga ia harus mempertanggungjawabkan pilihan dan keputusannya di hadapan Tuhan. Benar atau salah,

Kasih Karunia Tuhan (Jelajah PB 917) Read More »

Beriman Teguh (Jelajah PB 916)

Ibrani 4:8-13 Penulis kitab Ibrani ingin menjelaskan bahwa perhentian yang dimaksudkan bukan perhentian di tanah Kanaan, tetapi perhentian kekal, bersama Bapa di surga. Setelah peristiwa masuknya bangsa Israel ke tanah Kanaan yang dipimpin oleh Yosua itu, Tuhan masih berkata-kata tentang hari perhentian kekal. Saat ini kita masih belum masuk di hari perhentian, kita masih mengembara

Beriman Teguh (Jelajah PB 916) Read More »

Jangan Mengeraskan Hati (Jelajah PB 915)

Ibrani 4:4-7 Tuhan berhenti pada hari ketujuh, setelah Ia menciptakan bumi dan segala isinya. Hal itu sudah terjadi pada saat penciptaan, awal mula dunia ini ada. Tetapi setelah itu, hari perhentian yang dimaksudkan adalah hari perhentian untuk selama-lamanya. Yang ditekankan dalam surat Ibrani ini adalah perhentian kekal, digambarkan bahwa bangsa Israel pada waktu itu tidak

Jangan Mengeraskan Hati (Jelajah PB 915) Read More »

Scroll to Top