Jelajah PB

Jelajah PB 60 (Matius 20:17-23)

Untuk ketiga kalinya Tuhan Yesus memberitahukan kepada para murid bahwa Ia akan pergi ke Yerusalem. Yesus sudah tahu apa yang akan terjadi pada Diri-Nya ketika Ia nanti berada di Yerusalem. Dia tahu orang-orang Farisi dan para ahli Taurat sedang mengambil keuntungan dari jabatan mereka. Para imam yang selama ini sudah mendapatkan kenyamanan di dalam jabatannya, […]

Jelajah PB 60 (Matius 20:17-23) Read More »

Jelajah PB 59 (Matius 20:1-16)

Membaca perumpamaan ini, kita harus konsisten dengan hal Kerajaan Sorga yang disampaikan oleh Tuhan Yesus Kristus, di dalam Matius 13. Di sana, hal Kerajaan Sorga (ayat 11) adalah misteri Kerajaan Sorga. Ini bukan Kerajaan Sorga yang disediakan nanti, tetapi misteri Kerajaan Sorga. Gambaran misteri Kerajaan Sorga adalah gereja / jemaat lokal sebagai tiang penopang dan

Jelajah PB 59 (Matius 20:1-16) Read More »

Jelajah PB 58 (Matius 19:23-30)

Harta bisa menyebabkan orang sombong. Lihat betapa sombongnya pemuda itu, dia menyangka bahwa dirinya sudah hebat, bahkan dia menyangka sudah melaksanakan seluruh hukum Taurat, karena banyak orang memujinya dan hampir tidak ada orang yang mengecamnya. Tuhan Yesus berusaha untuk membuat dia mengerti bahwa hartanya itu tidak bisa membawa hal positif baginya dalam hal keselamatan jiwanya.

Jelajah PB 58 (Matius 19:23-30) Read More »

Jelajah PB 57 (Matius 19:13-22)

Ayat ini menjelaskan tentang sikap Tuhan Yesus terhadap anak-anak dan posisi anak-anak di hadapan Tuhan Yesus. Hal ini menjadi kesukaan Tuhan Yesus, karena Dia tahu bahwa anak-anak inilah yang empunya Kerajaan Sorga. Tetapi murid-murid-Nya melarang mereka. Hal ini juga masih sering terjadi sekarang. Anak-anak kecil biasanya ribut dan berisik, jadi dianggap merepotkan. Tetapi Tuhan Yesus

Jelajah PB 57 (Matius 19:13-22) Read More »

Jelajah PB 56 (Matius 19:7-12)

Ketika Yesus mengatakan bahwa apa yang sudah dipersatukan oleh Tuhan tidak boleh diceraikan manusia, maka orang-orang Farisi beralasan bahwa Musa mengizinkan perceraian. Di dalam Ulangan 24:1 memang dikatakan bahwa perceraian bisa terjadi dengan menulis surat cerai. Hal itu terjadi karena ketegaran hati orang Israel. Tetapi sejak semula tidaklah demikian. Di dalam Alkitab Perjanjian Lama yang

Jelajah PB 56 (Matius 19:7-12) Read More »

Scroll to Top