Jelajah PB

Jelajah PB 345 (Yohanes 10:1-6)

Pasal ini terkenal dengan sebutan sebagai pasal “gembala baik”. Tuhan Yesus sedang menggambarkan diri-Nya sebagai Gembala yang baik. Seringkali gambaran seperti ini menjadi masalah bagi orang-orang yang mencari kesalahan pengajaran Kristen, karena mereka tidak sedang mencari kebenaran. Mereka bisa berkata bahwa Yesus hanyalah Gembala, bukan Tuhan. Ketika Tuhan Yesus menggambarkan diri-Nya dalam beberapa gambaran, supaya […]

Jelajah PB 345 (Yohanes 10:1-6) Read More »

Buta Secara Rohani (Jelajah PB 344)

Yohanes 9:35-41 Setelah orang yang sembuh dari buta itu diusir ke luar oleh orang-orang Yahudi, maka dia bertemu kembali dengan Yesus. Pada saat itulah Yesus bertanya kepadanya, apakah dia percaya kepada Anak Manusia? Sungguh beruntung orang ini karena sudah mendapatkan kesembuhan dan dia juga bertemu langsung dengan Tuhan Yesus, sang Pencipta dunia ini. Sang Pencipta

Buta Secara Rohani (Jelajah PB 344) Read More »

Tanda Mesias dan Rasul (Jelajah PB 343)

Yohanes 9:20-34 Orang Yahudi sebenarnya heran, karena melihat kesembuhan yang dialami oleh orang yang buta sejak lahir tersebut. Tetapi mereka mencoba mencari pembenaran dan mengeraskan hati mereka sendiri. Mereka tidak mau percaya begitu saja, sehingga harus mencari orangtua dari orang yang disembuhkan dari buta tersebut. Orangtuanya sendiri mengakui dan berkata bahwa itu adalah anak mereka

Tanda Mesias dan Rasul (Jelajah PB 343) Read More »

Menyembah Yesus Kristus (Jelajah PB 342)

Yohanes 9:13-19 Setelah orang-orang mendengar cerita tentang proses kesembuhan orang buta tersebut, mereka kemudian membawa orang yang telah sembuh dari buta itu kepada orang-orang Farisi. Adapun hari waktu Yesus mengaduk tandah dan memelekkan orang tersebut adalah hari Sabat. Mereka memiliki tradisi bahwa di hari Sabat mereka tidak boleh bekerja sama sekali. Begitu fanatiknya mereka, sampai

Menyembah Yesus Kristus (Jelajah PB 342) Read More »

Penyakit Bukan Kutukan (Jelajah PB 341)

Yohanes 9:4-12 Pada zaman ini, penyakit atau kemiskinan itu bukan kutukan. Kekayaan belum tentu sebagai berkat Tuhan. Karena itu, sebagai orang beriman, jangan sampai kita beriman kepada Yesus gara-gara menginginkan berkat-Nya, apalagi berkat jasmani yang sifatnya tidak kekal. Jika kita diberi kesempatan untuk menderita karena sakit penyakit atau kemiskinan, berdoalah dan bersyukurlah kepada Tuhan. Jangan

Penyakit Bukan Kutukan (Jelajah PB 341) Read More »

Scroll to Top