Jelajah PB

Tanda Wibawa (Jelajah PB 634)

1 Korintus 11:11-16 Di dalam Tuhan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Masing-masing seharusnya menerima kondisinya dengan hati yang tulus. Setelah manusia berkembang biak, kita bisa melihat memang bahwa perempuan berasal dari laki-laki dan laki-laki pun dilahirkan oleh perempuan. Tetapi kita juga harus ingat bahwa semuanya itu berasal dari Tuhan. Artinya, tidak ada persoalan […]

Tanda Wibawa (Jelajah PB 634) Read More »

Mengajar Malaikat Untuk Tunduk (Jelajah PB 633)

1 Korintus 11:4-10 Laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala bertudung, justru menghina kepalanya, yaitu menghina Yesus Kristus. Pada saat itu, masih ada karunia bernubuat, karena Alkitab belum selesai di tulis dan para rasul masih ada di dunia ini. Jadi pewahyuan masih berjalan. Kebiasaan ini sangat berbeda dengan tradisi orang Yahudi, karena mereka akan menggunakan

Mengajar Malaikat Untuk Tunduk (Jelajah PB 633) Read More »

Laki-laki dan Perempuan (Jelajah PB 632)

1 Korintus 11:1-3 Di ayat 1, itu adalah lanjutan dari pasal sebelumnya. Paulus menginginkan supaya jemaat di Korintus dan juga kita semua yang sudah percaya kepada Tuhan untuk mengikuti teladan yang sudah dilakukan oleh Paulus. Artinya, Paulus tidak hanya memberitahu tentang apa yang dilakukan, tetapi dia juga telah melakukan semuanya itu. Ia ingin supaya jemaat

Laki-laki dan Perempuan (Jelajah PB 632) Read More »

Penguasaan Diri Demi Orang Lain (Jelajah PB 631)

1 Korintus 10:30-33 Kesucian diri kita tidak dipengaruhi oleh makanan. Itu memang pernah berpengaruh pada saat zaman ibadah simbolik. Tetapi sekarang tidak berpengaruh lagi, karena kita sudah berada di zaman ibadah hakikat, ibadah dalam roh dan kebenaran. Tuhan mengajak kita untuk beribadah dengan hati, bukan ibadah secara fisik dan dengan ritual-ritual tertentu. Tetapi tidak semua

Penguasaan Diri Demi Orang Lain (Jelajah PB 631) Read More »

Bijak Menilai Hati Nurani (Jelajah PB 630)

1 Korintus 10:23-29 Di dalam Yesus Kristus ada kebebasan dan kemerdekaan. Memang segala sesuatu diperbolehkan dan itu benar. Tetapi yang harus kita ingat dan perhatikan, bukan segala sesuatu berguna. Seharusnya, seorang Kristen yang sudah lahir baru adalah orang yang bijaksana. Bukan berarti karena semua diperbolehkan, maka kita melakukan semuanya itu dengan sembarangan. Kita seharusnya memilih

Bijak Menilai Hati Nurani (Jelajah PB 630) Read More »

Scroll to Top