Jelajah PB

Yang Sempurna Tiba (Jelajah PB 644)

1 Korintus 13:8-13 Kasih tidak berkesudahan. Nubuatan akan berakhir, bahasa lidah (roh) akan berhenti dan pengetahuan akan lenyap. Pengetahuan yang ada pada waktu itu tidak lengkap dan nubuatan yang disampaikan juga tidak sempurna. Jika yang sempurna itu tiba, maka yang tidak sempurna itu akan lenyap. Jika didalami dalam bahasa aslinya, yang sempurna itu tidak bisa […]

Yang Sempurna Tiba (Jelajah PB 644) Read More »

Menunjukkan Kasih (Jelajah PB 643)

1 Korintus 13:4-7 Kasih itu menyebabkan kita sabar. Kasih bisa menahan kita untuk marah. Kasih itu murah hati, suka memberi dan memperhatikan orang lain. Kasih itu tidak cemburu. Kasih itu juga tidak memegahkan diri atau menyombongkan diri. Kasih itu tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Kasih selalu disertai dengan moral

Menunjukkan Kasih (Jelajah PB 643) Read More »

Belajar Mengasihi Tuhan (Jelajah PB 642)

1 Korintus 13:3 Di dunia ini, tidak ada bandingan yang bisa mengalahkan kasih agape. Bahkan ada orang-orang yang membagikan segala sesuatu pun tidak sebanding dengan kasih. Artinya, memang ada orang-orang yang suka membagi-bagikan sesuatu, tetapi dasarnya bukan kasih. Mereka membagikan sesuatu karena memang hidupnya sudah berlebihan, bukan karena mengasihi. Ada juga orang yang membagikan sesuatu

Belajar Mengasihi Tuhan (Jelajah PB 642) Read More »

Kasih Agape (Jelajah PB 641)

1 Korintus 13:1-2 Sepertinya pada waktu itu banyak jemaat yang mengejar karunia berbahasa lidah (roh). Mereka menjadi seperti orang yang luar biasa, ketika bisa menggunakan bahasa lidah. Bisa dipamerkan setiap saat. Karena itu Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat di Korintus bahwa sekalipun Paulus bisa berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi ternyata di

Kasih Agape (Jelajah PB 641) Read More »

Mengejar Karunia Utama (Jelajah PB 640)

1 Korintus 12:21-31 Semua anggota tubuh saling membutuhkan. Bahkan dikatakan bahwa anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, itulah justru yang paling dibutuhkan. Sebagai contoh, mata adalah salah satu bagian yang nampak lemah. Mata sangat sensitif sehingga perlu perlindungan. Terhadap anggota-anggota tubuh yang menurut kita kurang terhormat, seharusnya kita memberikan penghormatan khusus. Sebagai contoh, kaki kita

Mengejar Karunia Utama (Jelajah PB 640) Read More »

Scroll to Top