Injil

Jelajah PB 249 (Lukas 15:1-7)

Tuhan kembali menggunakan perumpamaan dalam mengajar kepada orang-orang Farisi dan para ahli Taurat. Perumpamaan ini dipakai untuk menyindir mereka, karena para pemungut cukai dan orang berdosa (menurut orang-orang Farisi dan ahli Taurat) suka mendengar pengajaran Yesus dan ternyata Yesus tidak menolak mereka. Pada waktu itu para pemungut cukai dianggap sebagai orang yang sangat berdosa. Mungkin […]

Jelajah PB 249 (Lukas 15:1-7) Read More »

Jelajah PB 248 (Lukas 14:27-35)

Mengasihi Tuhan lebih dari nyawanya sendiri, berarti dia siap untuk mati demi Kristus. Siap mati itu sama dengan pikul salib. Orang yang sedang pikul salib adalah orang yang sedang menuju kepada penghukuman mati, setiap saat. Ini adalah tuntutan dari Tuhan, resiko ketika kita memilih untuk mau menjadi murid Tuhan Yesu Kristus. Setelah itu, barulah kita

Jelajah PB 248 (Lukas 14:27-35) Read More »

Jelajah PB 247 (Lukas 14:25-26)

Pada waktu itu banyak sekali yang mengikut Yesus, sampai berduyun-duyun. Sebagian mereka mengikuti Yesus karena sekedar ikut-ikutan, tanpa pengertian yang jelas. Karena itu, Yesus berkata, “Jika seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, istrinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.” Perkataan Tuhan Yesus ini perlu dijelaskan,

Jelajah PB 247 (Lukas 14:25-26) Read More »

Jelajah PB 246 (Lukas 14:12-24)

Siapa yang harus kita undang tergantung dari kita sendiri, mau menerima apa dari orang yang kita undang tersebut. Karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang biasanya akan menerima balik apa yang pernah kita berikan. Apa yang manusia lakukan di dunia ini sangat tergantung dengan konsep keselamatan dan kekekalan. Jika kita percaya bahwa setelah kematian

Jelajah PB 246 (Lukas 14:12-24) Read More »

Jelajah PB 245 (Lukas 14:7-11)

Masih di hari Sabat, kita bisa melihat bagaimana munafiknya orang-orang Farisi. Mereka melarang orang lain kerja, tetapi mereka masih bisa makan-makan. Menyembuhkan orang sakit atau menolong orang lain tidak diperbolehkan, tetapi mereka malah makan-makan untuk kesenangan diri sendiri. Pada saat itulah Tuhan Yesus mengamati bahwa banyak tamu yang berusaha untuk menduduki tempat-tempat kehormatan, saling berebutan

Jelajah PB 245 (Lukas 14:7-11) Read More »

Scroll to Top