Ulangan 31:1-2
Masuk di pasal ini, sudah sampai penutup dari kitab ini. Musa sudah memberikan kata-kata perpisahan, terutama kepada Yosua, orang yang akan meneruskan pelayanan Musa. Musa tidak akan masuk ke tanah Kanaan. Pada saat itu Musa sedang berdiri di sebelah timur sungai Yordan. Ini menjadi perpisahan antara Musa dengan bangsa Israel. Musa mengumpulkan orang Israel untuk menyampaikan semua perkataan ini.
Pada waktu itu, Musa sudah berusia seratus dua puluh tahun. Jika kita bandingkan dengan Mazmur 90:10, Mazmur yang ditulis oleh Musa, maka usia ini tidak lazim di waktu itu. Alkitab memang mencatat bahwa usia manusia pada waktu itu lebih panjang daripada usia manusia zaman sekarang. Sebelum peristiwa air bah, usia manusia bahkan bisa mencapai sembilan ratus tahun. Paling tua tercatat bernama Metusalah, berusia sembilan ratus enam puluh sembilan tahun.
Batas usia sekarang, rata-rata cukup stabil, antara tujuh puluh sampai delapan puluh tahun, sesuai dengan perkataan Musa di Mazmur 90:10. Musa mengajarkan kepada kita untuk bijaksana dalam menghitung hari-hari. Dengan pernyataan ini, kita diingatkan bahwa usia kita di dunia ini sangat terbatas. Umur manusia sangat singkat dibandingkan dengan umur sejarah. Sebentar ada, sebentar kemudian tidak ada lagi. Karena itu, kita harus mempersiapkan untuk kehidupan selanjutnya, yaitu kehidupan kekal.
Di dalam Yohanes 11:25 dengan jelas dikatakan oleh Yesus, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.” Hidup manusia di dunia ini memang fana. Tetapi Tuhan memberikan kehidupan kekal, bagi setiap orang yang mau sungguh-sungguh percaya kepada-Nya. Ketika berada di dunia, Musa sudah diberkati dengan usia yang cukup panjang, karena memang ia memiliki tugas yang harus diselesaikan.
Musa memulai pelayanannya di usia delapan puluh tahun. Pada waktu di usia itu, Musa menuntun bangsa Israel keluar dari tanah Mesir. Hal ini mengingatkan kita bahwa usia tua bukan alasan untuk tidak melakukan kehendak Tuhan. Berapa pun usia kita, kita masih bisa melakukan segala sesuatu bagi Tuhan. Jika Tuhan ingin kita melayani, maka Tuhan akan memberikan kekuatan kepada kita supaya kita bisa melayani Dia dengan baik.
Di usia delapan puluh tahun, Musa membawa bangsa Israel keluar dari Mesir. Setelah itu, Musa bersama-sama dengan bangsa Israel berada di padang gurun selama empat puluh tahun. Sampai usia seratus dua puluh tahun, Musa masih kuat. Tuhan masih memberi kekuatan kepadanya, dengan mata yang masih sehat. Tuhan memberikan kekuatan dan kesehatan itu karena Musa sedang melakukan pekerjaan Tuhan.
Tetapi ada saatnya Musa harus selesai dengan pelayanannya. Tentu semua ini terjadi secara alamiah. Semua manusia pada umumnya akan mengalami semua ini. Ada pengecualian tetapi sangat jarang, seperti Henokh dan Elia, tidak mengalami kematian. Setelah itu ada sekelompok orang percaya di generasi terakhir, yang tidak akan mengalami kematian, karena mereka diangkat oleh Tuhan, menyongsong Tuhan Yesus di awan-awan.
Views: 0